Korban Warga Sipil akibat Perang Afganistan Meningkat

Kompas.com - 31/07/2013, 14:28 WIB
Jawad Jalali / AFP Polisi Afganistan membungkus jenazah korban bom bunuh diri di distrik diplomatik Kabul, Rabu (21/11/2012).
KABUL, KOMPAS.com — Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Rabu (31/7/2013), mengatakan, jumlah warga sipil yang tewas dan terluka dalam perang Afganistan pada paruh pertama 2013 meningkat hingga 23 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Peningkatan jumlah korban ini terkait dengan semakin bertambahnya frekuensi serangan Taliban dan pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak.

Peningkatan jumlah korban warga sipil ini memunculkan pertanyaan soal kemampuan pasukan keamanan Afganistan melindungi rakyatnya saat seluruh pasukan NATO ditarik pada akhir tahun depan.

Misi Bantuan PBB untuk Afganistan (UNAMA) mengatakan, sebanyak 1.319 warga sipil tewas dan 2.533 orang lainnya terluka akibat perang mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2013.

UNAMA menambahkan, dari angka itu terdapat 14 persen kenaikan jumlah korban tewas dan 28 persen kenaikan korban luka.

Lebih lanjut UNAMA menambahkan, sebanyak 74 persen dari seluruh korban perang itu diakibatkan kelompok pemberontak, sembilan persen oleh pasukan pemerintah, dan 12 persen akibat baku tembak kedua pihak.

"Lalu sekitar empat atau lima persen korban sipil disebabkan bahan peledak sisa-sisa perang," tambah UNAMA.

Serangan bom pemberontak masih menjadi penyebab tertinggi korban warga sipil, tetapi jumlah korban akibat baku tembak pasukan Afganistan dan pemberontak juga terus bertambah.



EditorErvan Hardoko
Sumber


Close Ads X