Kompas.com - 31/07/2013, 05:25 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
LEICESTER, KOMPAS.com — Bermula dari penemuan dramatis atas sisa-sisa jasad Raja Richard III yang lama hilang, kini muncul misteri baru dari penemuan itu. Di dekat makam Richard III, ditemukan peti jenazah lain, yang terbungkus peti batu berukuran lebih besar. 

Arkeolog yang bekerja di sebuah situs di Inggris tengah, di mana sisa tubuh Richard III ditemukan di bawah tempat parkir, sekarang tengah meneliti temuan peti mati tertutup dari sisa jenazah yang belum teridentifikasi. 

Peti mati temuan baru itu berada di dalam peti batu yang berukuran lebih besar. Seluruh peti mati tersebut rapat tertutup, kecuali sebuah lubang di salah satu ujung peti, yang dari sana kita dapat tergoda melihat ujung kaki seseorang. Penuturan itu disampaikan Mathew Morris, pimpinan penggalian di lokasi itu.

Tahun lalu, para arkeolog menggali tubuh yang terkubur di bawah tempat parkir mencolok di kota Leicester. Pada Februari 2013, mereka menegaskan tubuh tersebut milik Richard III, raja terakhir Inggris yang mati di medan perang. Berita itu menarik perhatian global dan memicu perdebatan tentang reputasi haus darah Richard.

Arkeolog dari Universitas Leicester, yang telah bekerja keras di situs tersebut sepanjang musim panas ini, mengatakan, penemuan peti mati ganda sama menariknya dengan temuan sisa jasad Richard III. Temuan ini didapat setelah pekan lalu delapan orang harus mengangkat tutup berat dari peti batu yang membungkus peti berisi sisa jasad itu.

"Peti mati ini kemungkinan dipakai untuk penguburan (jenazah dengan) status tinggi meskipun kami masih tidak tahu siapa yang ada di dalamnya," tulis Morris dalam posting blog. "Tidak ada tulisan yang tertera pada tutup peti, tetapi ada tanda salib terpatri pada logam di atasnya," lanjut dia.

Abad 14

Ada tiga kandidat yang diduga merupakan pemilik jasad ini. Mereka adalah seorang kesatria abad pertengahan Sir William de Moton dari Peckleton dan dua pemimpin di era "English Grey Friars", Peter Swynsfeld dan William of Nottingham.

Situs Leicester adalah bekas lokasi sebuah gereja yang dikenal sebagai Grey Friars Friary. Selama berabad-abad, keberadaan sisa-sisa biara itu terlupakan, tetapi tetap tercatat sebagai tempat pemakaman Richard III.

Tahun lalu, para ahli mulai menggali kawasan yang saat itu sudah berubah menjadi tempat parkir. Mereka ingin membuktikan bahwa sebuah gundukan yang tak rata di lokasi parkir itu adalah makam Raja Richard III yang juga adalah bekas biara tersebut.

Para arkeolog berpendapat peti mati ganda yang belakangan ditemukan di dekat makam Richard dikubur pada abad ke-14, lebih dari 100 tahun sebelum Richard tewas dalam Pertempuran Bosworth tahun 1485. Dari tiga kandidat yang masuk daftar dugaan para arkeolog, Swynsfeld meninggal pada 1272, William of Nottingham meninggal pada 1330, dan Sir William de Moton meninggal antara 1356 dan 1362.

Selain teka-teki sisa jenazah siapa di dalam peti batu temuan baru tersebut, para arkeolog juga menyatakan ketertarikan pada peti itu sendiri. "Ini adalah yang pertama bagi kita semua di situs," kata Morris. "Tidak ada tim yang pernah menggali sebuah peti batu utuh sebelumnya, bahkan sebuah peti mati saja."

Sudah empat pekan para arkeolog melakukan penggalian di situs tersebut. Mereka masih mencari cara untuk membuka peti tersebut tanpa harus merusak peti dan isinya. Namun, Morris mengatakan harapan para arkeolog untuk bisa menemukan sisa lain dari biara tersebut sepertinya tak akan terkabul, alias bekas biara itu sudah benar-benar lenyap bersama beberapa misteri lain dari situs itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.