Eks Kapten Nazi Berulang Tahun Ke-100, Warga Roma Berdemo

Kompas.com - 29/07/2013, 21:42 WIB
Mantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944. www.haaretz.comMantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944.
EditorErvan Hardoko
ROMA, KOMPAS.com — Puluhan orang, termasuk anggota komunitas Yahudi kota Roma, berunjuk rasa di luar apartemen tempat mantan perwira pasukan khusus Nazi yang bertanggung jawab atas salah satu pembantaian terburuk di Italia merayakan ulang tahunnya yang ke-100, Senin (29/7/2013).

Erich Priebke, mantan kapten SS, menjalani hukuman tahanan rumah di Roma setelah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1998 terkait pembantaian di Gua Adeantine dekat Roma pada Maret 1944, yang menewaskan 335 warga sipil.

Sempat terjadi keributan kecil ketika cucu Priebke tiba membawa sebotol sampanye yang membuat para pengunjuk rasa berang.

"Memalukan. Memalukan," para pengunjuk rasa berteriak-teriak.

"Ini sebuah provokasi! Dia datang membawa sampanye!" kata seorang pengunjuk rasa.

Situasi panas di seputar ulang tahun Priebke, yang tak pernah menyatakan rasa penyesalan atas perbuatannya, semakin memuncak dengan sejumlah poster yang isinya memuji-muji Priebke.

"Selamat ulang tahuan Kapten Priebke," begitu isi salah satu poster yang dipasang kelompok Komunitas Militan Tiburtina. Demikian laporan harian Corriere della Sera.

Organisasi yang mewakili mantan gerilyawan Perang Dunia II, ANPI, mengatakan, kantornya dikotori grafiti lambang-lambang swastika Nazi dan berbagai kalimat yang mendukung Priebke.

Pada Maret 1944, Priebke memimpin pasukan SS yang mengeksekusi 335 warga sipil sebagai pembalasan atas tewasnya 33 prajurit Jerman oleh kelompok pemberontak di dekat Roma.

Setelah perang berakhir, Priebke sempat kabur ke Argentina, tetapi kemudian dideportasi ke Italia setelah meladeni wawancara dengan sebuah stasiun televisi AS dan mengakui perannya dalam pembantaian yang disebutnya sebagai hukuman untuk "teroris".



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X