Kompas.com - 29/07/2013, 21:14 WIB
EditorErvan Hardoko
RAMALLAH, KOMPAS.com - Salah satu faksi terbesar Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Senin (29/7/2013), menolak perundingan damai baru dengan Israel hanya beberapa jam sebelum pembicaraan kedua pihak digelar di Washington DC, AS.

Faksi Front Rakyat untuk Kemerdekaan Palestina (PFLP) mengatakan perundingan kembali dengan Israel adalah langkah Presiden Mahmoud Abbas yang tak mendapat dukungan seluruh faksi PLO.

"PFLP menentang digelarnya perundingan dengan Israel. Itu adalah langkah individual Abbas," kata salah seorang pemimpin PFLP, Khaleda Jarar.

"Perundingan ini dipimpin AS, seperti di Oslo 20 tahun lalu," kata Khaleda merujuk perundingan yang menghasilkan kesepakatan 1993 yang memberi Palestina pemerintahan terbatas.

"Kami pergi ke PBB untuk melepaskan diri kami dari AS," tambah Jarar kali ini merujuk kesuksesan Palestina mendapatkan kenaikan status di PBB.

Washington akan menjadi tuan rumah bagi pembicaraan antara tim perunding Israel dan Palestina, menyambung perundingan damai yang terbengkalai sejak 2010.

Terputusnya perundingan tiga tahun lalu itu disebabkan ngototnya Israel meneruskan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.