Australia Kirim Pencari Suaka ke Pulau Manus

Kompas.com - 29/07/2013, 18:25 WIB
Salah satu sudut Pulau Manus, Papua Niugini dengan landasan pacunya. Pulau terpencil ini digunakan Australia sebagai penampungan sementara para pencari suaka yang datang ke Benua Kanguru. www.airport-data.comSalah satu sudut Pulau Manus, Papua Niugini dengan landasan pacunya. Pulau terpencil ini digunakan Australia sebagai penampungan sementara para pencari suaka yang datang ke Benua Kanguru.
|
EditorErvan Hardoko
CANBERRA, KOMPAS.com — Rombongan pencari suaka yang datang dengan kapal akan diberangkatkan ke Pulau Manus, Papua Niugini, pada Selasa (30/7/2013), berbarengan dengan kritik Fiji terhadap kebijakan terbaru Australia.

Rombongan ini adalah kelompok pertama setelah PM Kevin Rudd memutuskan bahwa seluruh pencari suaka akan dipindahkan ke Papua Niugini.

Dalam kritiknya, Menteri Luar Negeri Fiji Ratu Inoke Kubuabola mengatakan, kebijakan Australia "arogan" dan mengancam kestabilan masyarakat Melanesia.

Menurut laporan The Age, Senin (29/7/2013), mengutip sumber-sumber di Pulau Christmas, pesawat ke Papua Niugini membawa pencari suaka ini akan lepas landas pada Selasa pukul 17.50, walau ada kemungkinan berubah karena masalah ini sangat "sensitif".


Departemen Imigrasi Australia sudah mengeluarkan foto-foto yang menunjukkan pesawat kargo yang membawa peralatan tambahan ke Pulau Manus guna menampung para pencari suaka baru.

Sementara itu, menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia, L Sastra Wijaya, jajak pendapat yang dilakukan lembaga Essential mengatakan bahwa 61 persen warga Australia yang disurvei mendukung kebijakan pemerintah federal untuk mengirimkan para pencari suaka ke Papua Niugini.

Dari warga yang setuju ini, 75 persennya adalah pendukung Partai Buruh, dan 58 persen pendukung Partai Liberal, dengan 62 persen pendukung Partai Hijau menentang kebijakan tersebut.

Mayoritas penduduk dari semua strata ekonomi mendukung kebijakan ini. Namun menurut Essential, mereka yang cenderung menolak adalah para lulusan universitas.

PM Kevin Rudd sendiri mengatakan, dengan adanya kebijakan baru tersebut, mungkin baru beberapa bulan mendatang jumlah kapal yang tiba di Australia akan berkurang.

Sejauh ini, sudah ada 16 kapal yang tiba membawa lebih dari 1.300 pencari suaka sejak kebijakan diuraikan pada minggu lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X