Kompas.com - 28/07/2013, 03:21 WIB
Para pengunjuk rasa menduduki Partai Keadilan dan Pembangunan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, di Benghazi, Libya. Mereka menuding IM mendalangi pembunuhan seorang pengacara dan tokoh perlawanan terhadap rezim Moammar Khadaffy. MAHMUD TURKIA / AFPPara pengunjuk rasa menduduki Partai Keadilan dan Pembangunan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, di Benghazi, Libya. Mereka menuding IM mendalangi pembunuhan seorang pengacara dan tokoh perlawanan terhadap rezim Moammar Khadaffy.
EditorErvan Hardoko
BENGHAZI, KOMPAS.com - Para pengunjuk rasa menyerang kantor-kantor Ikhwanul Muslimin di Benghazi, Libya, Sabtu (27/7/2013), setelah unjuk rasa yang dipicu serangkaian pembunuhan di kota itu berujung bentrokan.

Ratusan pemuda menyerbu dan menghancurkan kantor Ikhwanul Muslimin, setelah unjuk rasa mengecem pembunuhan Abdelssalem al-Mesmari, seorang pengacara anti Islam radikal yang mengkampanyekan sebuah negara sipil.

Para pengunjuk rasa menuding Ikhwanul Muslimin mendalangi pembunuhan puluhan pejabat khususnya di kota Benghazi, pusat perlawanan terhadap rezim Moammar Khadaffy pada 2011.

Sementara itu di ibu kota Tripoli, ratusan orang berkumpul di Lapangan Syuhada, di pusat kota Tripoli, mengusung solidaritas untuk Benghazi dan menentang gerakan Islam radikal.

Sekitar 100 pemuda mendatangi Partai Keadilan dan Pembangunan, sayap politik Ikhwanul Muslimin dan melempari kaca kantor itu dengan batu.

Abdessalem al-Mesmari tewas ditembak saat dia menginggalkan sebuah masjid di Benghazi pada Jumat (26/7/2013). Di hari yang sama seorang perwira angkatan darat dan polisi juga dibunuh dalam serangan terpisah di Benghazi.

Mesmari dikenal sebagai salah satu warga Libya pertama yang meluncurkan pemberontakan terhadap Khadaffy pada 2011.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga terlibat dalam pembentukan sayap politik kelompok pemberontak yang kemudian menggulingkan Khadaffy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.