Masinis "Kereta Maut" Spanyol Menolak Diperiksa

Kompas.com - 27/07/2013, 04:30 WIB
Seorang bocah berdiri di jembatan yang melintang di atas rel kereta tempat kecelakaan kereta yang menewaskan setidaknya 80 orang pada Rabu (24/7/2013). Di samping bocah ini, terletak rangkaian bunga yang diletakkan warga, sebagai tanda duka atas kecelakaan tersebut. Gambar ini diambil Jumat (26/7/2013). AFP PHOTO/ MIGUEL RIOPA AFP PHOTO/ MIGUEL RIOPA Seorang bocah berdiri di jembatan yang melintang di atas rel kereta tempat kecelakaan kereta yang menewaskan setidaknya 80 orang pada Rabu (24/7/2013). Di samping bocah ini, terletak rangkaian bunga yang diletakkan warga, sebagai tanda duka atas kecelakaan tersebut. Gambar ini diambil Jumat (26/7/2013). AFP PHOTO/ MIGUEL RIOPA
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SANTIAGO DE COMPOSTELA, KOMPAS.com — Kepolisian Spanyol tengah menyelidiki latar belakang masinis dari kereta yang mengalami kecelakaan pada Rabu (24/7/2013) dan menewaskan sedikitnya 78 orang tersebut. Namun, masinis yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan dikabarkan menolak menjalani hal itu.

Masinis yang diidentifikasi sebagai Francisco Garzon (52) diduga telah melajukan kereta melampaui kecepatan yang diperbolehkan di sebuah tikungan tajam di dekat kota Santiago de Compostela, Spanyol. Kecelakaan ini disebut sebagai yang terburuk sepanjang beberapa dekade terakhir.

Dari setidaknya 78 korban tewas dalam kecelakaan, sampai sekarang masih ada 3 jenazah yang belum teridentifikasi. Sementara itu, Garzon yang terluka dalam kecelakaan itu kini berada di rumah sakit dengan pengawasan ketat pihak keamanan.

AFP PHOTO - LA VOZ DE GALICIA - XOAN A SOLER / MONICA FERREIROS Francisco Garzon (di tengah, berdarah), masinis kereta yang mengalami kecelakaan tragis pada Rabu (24/7/2013). Gambar diambil beberapa saat setelah kecelakaan. GALICIA - XOAN A SOLER / MONICA FERREIROS
Seharusnya Garzon dijadwalkan menjalani pemeriksaan dan memberikan pernyataannya, Kamis (25/7/2013) atau Jumat (26/7/2013) WIB. Namun, media lokal menyatakan sampai Jumat petang, Garzon menolak menjalani pemeriksaan itu.

Dalam kecelakaan ini, penyelidikan kepolisian mengarah pada kecelakaan dan kenekatan Garzon dalam mengemudikan kereta di jalur dengan tikungan tajam, tulis Reuters mengutip kepala kepolisian setempat, Jaime Iglesias.

Sementara itu, juru bicara Mahkamah Tinggi Galicia yang membawahi wilayah hukum lokasi kecelakaan mengatakan bahwa sampai saat ini data dan bukti terkait kecelakaan masih dikumpulkan. "Kami mengumpulkan elemen yang akan digunakan sebagai bukti, video, audio, dan semua pekerjaan teknis yang dilakukan pada kereta api (yang mengalami kecelakaan itu)," kata juru bicara pengadilan.

Renfe
, perusahaan negara yang menangani kereta api di Spanyol, menyatakan bahwa Garzon adalah pegawai veteran di perusahaan itu dengan pengalaman mengemudikan kereta selama satu dekade. Menurut perusahaan ini, Garzon juga sudah berpengalaman mengemudikan kereta di jalur tempat kecelakaan terjadi, selama satu tahun terakhir.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X