Kepada Rusia, AS Berjanji Snowden Tak Dihukum Mati

Kompas.com - 26/07/2013, 22:59 WIB
Edward Snowden, pembocor informasi mengenai penyadapan yang dilakukan AS dan Inggris. VOAEdward Snowden, pembocor informasi mengenai penyadapan yang dilakukan AS dan Inggris.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah AS memastikan Edward Snowden tidak akan mengalami penyiksaan apalagi hukuman mati jika dia dikirim kembali ke Amerika Serikat.

Janji AS itu terdapat dalam surat Jaksa Agung Eric Holder yang dikirimkan kepada rekannya di Rusia pekan ini.

Dalam surat bertanggal 23 Juli 2013 namun baru dirilis pada Jumat (26/7/2013), Jaksa Agung Eric Holder mengatakan, dia mencoba untuk menyingkirkan prasangka buruk terkait nasib Snowden jika Rusia menyerahkannya ke tangan Amerika Serikat.

Snowden (30) sudah satu bulan terakhir ini "tinggal" di zona transit bandara Sheremetyevo, Moskwa, sambil mencoba mencari suaka politik dari beberapa negara termasuk Rusia untuk menghindarai dakwaan kriminal di AS.

Rusia secara tegas menolak menyerahkan Snowden yang sudah membocorkan banyak data intelijen AS ke sejumlah media massa itu. Snowden kini tengah menunggu proses suaka yang diajukannya ke Rusia.

"Kami yakin dengan kepastian ini dengan sendirinya menghilangkan alasan Tuan Snowden yang meminta agar dia diperlakukan sebagai pengungsi atau diberi suaka politik," kata Holder dalam surat yang dikirimkannya untuk Menteri Kehakiman Rusia Alexander Konovalov.

Dalam surat itu, Holder juga menjanjikan bahwa Snowden akan didampingi pengacara dalam setiap sesi pemeriksaan.

"Tuan Snowden sudah mengajukan permohonan suaka sementara di Rusia dengan alasan jika dia kembali ke AS, maka dia akan disiksa dan kemungkinan besar menghadapi hukuman mati. Semua klaim Snowden itu tanpa alasan yang kuat," kata Holder.

Para pendukung Snowden khawatir, pria itu akan mengalami nasib sama dengan Prajurit Bradley Manning yang dituduh memberikan sejumlah data kepada WikiLeaks.

Saat ditahan, Manning ditempatkan di sebuah sel isolasi selama 23 jam sehari dengan penjaga yang terus memeriksanya setiap beberapa menit.

"Penyiksaan tidak dibenarkan di AS. Jika Snowden kembali ke AS, maka dia akan dihadapkan ke pengadilan sipil," Holder menegaskan.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X