Kompas.com - 26/07/2013, 19:57 WIB
Presiden Perancis Francois Hollande. FRED TANNEAU / AFPPresiden Perancis Francois Hollande.
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com — Sebuah perubahan dalam hukum Perancis dibuat sehingga warga diizinkan menghina presiden Perancis.

Parlemen Perancis melakukan amandemen pada Kamis (25/7/2013) terhadap sebuah undang-undang yang dibuat pada 1881 itu untuk mendukung kebebasan berpendapat.

Sebelumnya, tiap orang yang berusaha menyinggung kepala negara berisiko terkena denda.

Pada Maret lalu, Pengadilan Hak Asasi Manusia di Eropa mengatakan, Perancis melanggar kebebasan berekspresi dengan menjatuhkan denda seorang pria karena menghina mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy.

Penghinaan tersebut —mengulangi kata-kata yang Sarkozy sendiri telah gunakan sebelumnya— adalah versi kasar dari "pergilah kau!"

Dalam putusannya, pengadilan di Perancis mengatakan pria tersebut melanggar UU Kebebasan Pers Perancis tahun 1881.

Pengadilan Eropa mengatakan hukuman dan denda sebesar 30 euro "tidaklah proporsional".

Mereka menganggap tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Perancis ini bisa menjadi efek yang tidak baik bagi kebebasan berdiksusi tentang isu publik.

Namun, dengan perubahan hukum ini, presiden sekarang perlu membuktikan telah terjadi fitnah atau pencemaran nama baik terhadap dirinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X