Kompas.com - 26/07/2013, 16:40 WIB
Pemerintah AAustralia sedang mencari tempat baru di Pasifik untuk menampung para pencari suaka saat permohonan mereka diproses. AP PhotoPemerintah AAustralia sedang mencari tempat baru di Pasifik untuk menampung para pencari suaka saat permohonan mereka diproses.
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com — Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengkritik kebijakan baru yang diterapkan oleh Australia dalam menangani pencari suaka.

Kebijakan ini, menurut UNHCR, tidak memiliki standar perlindungan bagi para pencari suaka.

Sesuai kebijakan baru ini, para manusia perahu yang datang menuju Australia akan langsung dikirim ke Papua Niugini dan bila memungkinkan akan tinggal di sana.

Namun, UNHCR mengatakan, ada "kekurangan yang signifikan" pada sistem hukum Papua Niugini dalam memproses pencari suaka.

"Pengaturan Permukiman Daerah Australia (RRA) dengan Pemerintah PNG menimbulkan pertanyaan serius dan sejauh ini belum terjawab," kata UNHCR dalam tinjauan pertama dari kebijakan baru Australia.

Menurut PBB, saat ini Papua Niugini tidak siap untuk menerima para pencari suaka karena tidak adanya kapasitas dan keahlian dalam pengelolaan, serta kondisi fisik yang buruk.

Mengalihkan masalah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pernyataannya, UNHCR menambahkan, kebijakan baru Australia ini menghadapi masalah terkait kebijakan, hukum, dan operasional.

Perwakilan UNHCR, Richard Towle, mengatakan kepada televisi Australia ABC, "Keputusan memindahkan (pencari suaka) ini tidak berarti lepasnya tanggung jawab Australia dalam memberikan perlindungan lebih lanjut."

Perdana Menteri Kevin Rudd pekan lalu mengumumkan kebijakan baru terkait pencari suaka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.