Kompas.com - 25/07/2013, 22:29 WIB
Polisi Irak mengamankan jalan raya yang menghubungkan Baghdad dan kota Suleiman Bek lokasi pembunuhan 14 pengemudi truk Syiah oleh kelompok militan Sunni, Kamis (25/7/2013). STR / AFPPolisi Irak mengamankan jalan raya yang menghubungkan Baghdad dan kota Suleiman Bek lokasi pembunuhan 14 pengemudi truk Syiah oleh kelompok militan Sunni, Kamis (25/7/2013).
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Puluhan anggota militan Sunni membangun penghalang jalan di kota Sulaiman Bek di sebelah utara Baghdad, Kamis (25/7/2013).

Selanjutnya mereka menghentikan sejumlah pengemudi truk dan memeriksa tanda pengenal mereka. Tak lama kemudian mereka mengeksekusi 14 pengemudi truk yang adalah pemeluk Syiah.

Insiden ini berawal dari serangan 150 anggota militan ke kota Sulaiman Bek pada Rabu (24/7/2013) malam dengan menggunakan mortir, roket peluncur granat, dan senapan serbu.

Serangan itu membuat pasukan keamanan mundur dari pos mereka di dekat jalan raya yang menghubungkan Baghdad dengan daerah-daerah di utara.

Setelah berhasil memukul mundur pasukan keamanan, militan kemudian mendirikan penghalang jalan dan memeriksa tanda pengenal orang yang melintas.

"Para kriminal itu adalah anggota kelompok Negara Islam Irak, dan mereka memang mengincar dan membunuh para sopir Syiah dan melepaskan orang Sunni," kata pejabat setempat, Shalal Abdul Baban.

"Mereka dibunuh setelah tanda pengenal mereka diperiksa," lanjut Abdul Baban.

Kartu tanda penduduk Irak, selain mencantumkan nama dan tempat lahir, juga mencantumkan agama yang bersangkutan.

Kota Suleiman Bek pernah dikepung militan pada April lalu, tetapi mereka kemudian mundur setelah menyepakati perjanjian dengan para pemimpin suku dan pemerintah.

Pembunuhan di jalan raya ini hanya berselang beberapa hari setelah kelompok militan melakukan serangan ke dua penjara Irak, yaitu Taji dan Abu Ghraib.

Serangan itu mengakibatkan sekitar 40 orang tewas dan 500 tahanan berhasil kabur dari kedua penjara tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.