Renfe Klaim Kereta yang Celaka dalam Kondisi Prima

Kompas.com - 25/07/2013, 18:23 WIB
Sebuah kereta rute dari Madrid ke Ferrol di barat laut Spanyol, keluar dari lintasan di sebuah tikungan di dekat kota Santiago de Compostela, Rabu (24/7/2013) siang waktu setempat atau Kamis (25/7/2013) dini hari waktu Indonesia. OSCAR CORRAL / AFP OSCAR CORRAL / AFPSebuah kereta rute dari Madrid ke Ferrol di barat laut Spanyol, keluar dari lintasan di sebuah tikungan di dekat kota Santiago de Compostela, Rabu (24/7/2013) siang waktu setempat atau Kamis (25/7/2013) dini hari waktu Indonesia. OSCAR CORRAL / AFP
EditorErvan Hardoko
MADRID, KOMPAS.com — Perusahaan kereta api milik Pemerintah Spanyol, Renfe, Kamis (25/7/2013), mengatakan, kereta api, yang mengalami kecelakaan di sebelah barat daya Spanyol dan menewaskan 77 orang, tidak mengalami kesalahan teknis apa pun.

"Sejauh yang kami tahu, tidak ada kesalahan teknis di kereta api itu. Bahkan, kereta itu sudah lolos pemeriksaan sebelum melakukan perjalanan," kata Direktur Renfe, Julio Gomez-Pomar Rodriguez kepada stasiun radio Cadena Cope.

"Kereta ini sudah melampaui pemeriksaan rutin tiap 7.500 km, lalu diperiksa lagi setiap 50.000 km, dan diperiksa lagi setiap 150.000 km," tambah Rodriguez.

"Pendek kata, catatan pemeliharaan dan pemeriksaan kereta api ini sempurna," Rodriguez menegaskan.


Sejumlah media massa di Spanyol memberitakan bahwa kereta api itu tengah melaju sangat kencang saat kecelakaan terjadi.

Harian El Pais mengabarkan, masinis melaporkan lewat radio kepada petugas kereta api bahwa kereta itu tengah melaju dengan kecepatan 190 km per jam di zona kecepatan maksimal 80 km per jam.

Menteri Transportasi Spanyol Rafael Catala mengatakan, kemungkinan besar kecelakaan maut itu disebabkan kereta yang melaju terlalu kencang.

"Tragedi di Santiago de Compostela itu nampaknya disebabkan kereta melaju terlalu cepat. Namun kami masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan investigasi tim kementerian," kata Rafael.

Sebelumnya, sejumlah petinggi Renfe mengatakan pihak perusahaan bisa memeriksa kecepatan kereta saat kotak hitam kereta ditemukan.

Sementara itu, Renfe memastikan masinis kereta naas itu sudah memiliki pengalaman 30 tahun di dunia perkeretapian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X