Kompas.com - 25/07/2013, 17:51 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com - Koalisi oposisi Australia, Kamis (25/7/2013) mengumumkan rencana mengangkat seorang komandan militer, yang akan bertugas mencegah penyelundupan manusia dan mengamankan perbatasan Australia.

Dalam proposal yang diberi nama Operasi Kedaulatan Perbatasan itu, seorang komandan militer akan ditunjuk oleh Panglima Pasukan Pertahanan Australia dan nantinya bekerja di bawah Menteri Imigrasi.

Pemimpin Oposisi Tony Abbot mengatakan, penyelundupan manusia adalah suatu 'keadaan darurat nasional'.

Ia mengatakan, jika dia memenagkan pemilu, maka pemerintah koalisi akan meminta Pasukan Pertahanan Australia menunjuk seorang jenderal bintang tiga untuk memimpin satuan tugas gabungan menangani penyelundupan manusia dan perlindungan perbatasan.

Ia mengatakan, operasi akan dimulai dalam waktu 100 hari begitu koalisi memimpin pemerintahan. Operasi rencananya akan melibatkan 12 badan yang terlibat langsung dalam pengamanan perbatasan.

"Ini termasuk situasi eksternal paling serius yang sudah lama kita hadapi," kata Abbot kepada reporter di Brisbane, "Itulah mengapa kira perlu mempunyai seorang perwira senior untuk memimpin."

Jurubicara oposisi bidang imigrasi Scott Morrison mengatakan, usul ini diajukan setelah pembahasan bertahun-tahun dengan tim penasehat senior pertahanan.

Mayjen (Purn) Jim Molan adalah salah seorang penasehat yang menyusun kebijakan itu.

"Ini bukan operasi militer, ini operasi yang dipimpin oleh militer," katanya.

Koalisi juga mengatakan akan merampungkan rincian rencananya untuk menolak kapal pencari suaka, dalam 100 hari pertama sejak mulai memerintah.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.