Kompas.com - 25/07/2013, 17:22 WIB
|
EditorTri Wahono


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Selain mengeluhkan leletnya kinerja Ditjen Imigrasi RI, Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein Djoko Susilo juga menengarai kentalnya praktik monopoli pengadaan barang di institusi di bawah Kementerian Hukum dan HAM tersebut.

Dalam keterangannya melalui e-mail, Kamis (25/7/2013), Djoko menduga adanya praktik monopoli pengadaan printer dan tinta untuk pencetakan dokumen paspor dan visa. Bahkan, hal yang terkait kekonsuleran diduga dimonopoli oleh perusahaan tertentu.

Sebagai gambaran, meski perusahaan produsen tinta dan printer Dermalog berlokasi di Hamburg (Jerman), Kedutaan Besar RI (KBRI) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) yang kehabisan tinta atau butuh printer tidak bisa langsung membeli ke Hamburg.

"Sangat tidak masuk akal. Kami yang di Bern, Swiss, tidak boleh membeli langsung ke Hamburg yang lebih dekat, dan harus memesan ke PT tertentu di Jakarta," kata Djoko Susilo.

Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menilai, mekanisme monopolistik mengakibatkan biaya mahal, serta boros waktu. Ia memberi contoh, biaya kirim dari Jakarta mencapai 150 dollar AS. Padahal, jika beli langsung dari Hamburg biaya kirimnya hanya sekitar 10 euro (1 euro= Rp 13.000).

Menurut Djoko, di seluruh Eropa saja terdapat hampir 40 perwakilan RI (termasuk KBRI/KJRI). Lembaga-lembaga tersebut harus secara reguler mendapatkan suplai tinta dan pengadaan printer yang terpaksa dipesan dari Jakarta.

Ia mengharapkan para pejabat terkait segera meninjau sistem monopolistik yang sangat merugikan dan menghambat pelayanan publik ini.

"Saya terpaksa bicara apa adanya agar publik tahu bahwa pelayanan KBRI dan KJRI menjadi tidak maksimal karena ada pihak yang lain sangat lelet kerjanya dan membiarkan sistem monopoli pada barang-barang yang vital," katanya Djoko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.