Kompas.com - 25/07/2013, 09:28 WIB
EditorEgidius Patnistik
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperingatkan, teroris Sulu mengancam akan masuk lagi ke Sabah dengan tujuan membalas dendam.

Ahmad, seperti rilis kantor berita Bernama, Rabu (24/7/2013), mengatakan, telah beredar surat dari "Komando Milisi" Sulu yang bermaksud menyerang Sabah. Merujuk surat komando milisi itu, rencana serangan balasan akan dilakukan segera.

Surat tertanggal 3 Juli itu disebut ditandatangani komando milisi atas nama Kesultanan Sulu. Surat dikirim kepada petugas, polisi, dan masyarakat di Tambunan. Inti surat itu memperingatkan bahwa pasukan Sulu, yang dicap "teroris" oleh Malaysia, ingin memulai perang di Distrik Tambunan, Agustus.

Komisaris Hamza Taib dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) Sabah melaporkan, polisi telah mendeteksi sumber surat. Dari penyelidikan, diyakini surat itu ditulis oleh teroris Sulu. Meski surat itu diduga tidak terkait dengan penyusupan ke Lahad Datu, Sabah, awal tahun ini, aparat diminta tetap waspada.

Teroris mengancam kembali ke Tambunan, Sabah, untuk membalas dendam. "Jangan coba-coba mengancam kami dan melakukan apa-apa karena tidak hanya polisi dan tentara, tetapi rakyat Malaysia juga akan turun menghadapi ancaman teroris dari Sulu," katanya.

Ahmad meminta polisi dan tentara di Sabah siaga menghadapi ancaman ini. Permintaan khusus ditujukan kepada PDRM dan Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) yang bertugas di Komando Keamanan Sabah Timur (Esscom).

Ahmad mengatakan, saat ini beredar banyak rumor. Salah satunya ialah kelompok bersenjata Sulu akan datang bersama mantan pemimpin Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari. Namun, ia mengimbau warga tidak terpancing isu.

"Mereka tidak akan memberi tahu sebelumnya bahwa mereka ingin menyusup ke negara ini," katanya.

"Jika benar mereka ingin masuk pada Agustus, kami sudah mulai menunggu mereka sejak Juli ini," ujar Ahmad. Namun, Menteri Dalam Negeri mengingatkan rakyat untuk tidak menganggap enteng "ancaman dari luar" karena kelompok bersenjata Sulu itu terkenal dengan budaya membalas. (CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.