Ribuan Guru di India Tolak Bagikan Makanan Gratis

Kompas.com - 24/07/2013, 19:27 WIB
Anak-anak sekolah dasar di Bangalore, India sedang mengantre makan siang gratis dari sekolah, Jumat (19/7/2013). Program makan siang gratis ini marak digelar sekolah-sekolah di India, karena separuh anak-anak di sana terindikasi kurang gizi. Sayangnya, anak-anak ini pun terancam makanan yang dimasak tak higienis. AFP/Manjunath Kiran Anak-anak sekolah dasar di Bangalore, India sedang mengantre makan siang gratis dari sekolah, Jumat (19/7/2013). Program makan siang gratis ini marak digelar sekolah-sekolah di India, karena separuh anak-anak di sana terindikasi kurang gizi. Sayangnya, anak-anak ini pun terancam makanan yang dimasak tak higienis.
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com — Ratusan ribu guru di negara bagian Bihar, India, Rabu (24/7/2013), menolak ikut serta dalam program makanan sekolah gratis setelah 23 anak meninggal karena keracunan pekan lalu.

Organisasi yang mewakili para guru mengatakan, mereka akan disalahkan bila ada masalah dengan program makanan gratis.

Mereka menyerukan kepada pemerintah untuk meminta bantuan dari badan lain guna menjalankan program ini.

Pemerintah tengah melakukan penyelidikan terkait meninggalnya para murid setelah menemukan kandungan pestisida dalam sampel makanan gratis.

Program makanan gratis ditujukan untuk siswa yang kurang mampu, tetapi kebersihan makanan diragukan banyak kalangan.

Program ini diangkat untuk mengatasi kelaparan dan meningkatkan kehadiran di sekolah.

Saat ini, program makanan gratis diterapkan di 1,2 juta sekolah di seluruh India dengan lebih dari 120 juta anak. 

Sarat korupsi

Pekan lalu, 47 anak—berusia 5 sampai 12 tahun—jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan gratis yang terdiri dari nasi dan kacang kedelai di daerah Saran. Sebanyak 23 anak meninggal di rumah sakit.

Kepala sekolah, Meena Kumari, masih diburu pihak yang berwenang menyusul insiden keracunan makanan itu.

Setelah insiden, para siswa dari sekolah negeri di daerah Newada memukul para guru sebagai protes atas buruknya kualitas makanan siang mereka.

Sekitar 300.000 guru sekolah dasar di negara bagian itu memutuskan untuk "tidak ikut dalam penerapan program makanan gratis ini" mulai Jumat, kata B Sharma, kepala asosiasi guru sekolah dasar.

"Para guru dan kepala sekolah harus menerapkan program ini hanya dengan sedikit bantuan, dengan buruknya kualitas makanan serta adanya korupsi dalam semua tingkatan," katanya.

"Namun, bila ada insiden, guru atau kepala sekolah yang bertanggung jawab," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X