Kompas.com - 24/07/2013, 09:26 WIB
Penjara Abu Ghraib pernah digunakan sebagai pusat penyiksaan di masa Saddam Hussein berkuasa. APPenjara Abu Ghraib pernah digunakan sebagai pusat penyiksaan di masa Saddam Hussein berkuasa.
EditorEgidius Patnistik
Al Qaida mengatakan telah melakukan serangan ke dua penjara di Irak, yang menyebabkan ratusan tahanan lari, termasuk pemimpin senior grup militan Islam.

Dalam sebuah pernyataan, Al Qaeda mengatakan serangan yang terjadi Minggu (21/7/2013) merupakan langkah akhir dalam kampanye bertujuan membebaskan tahanan dengan sasaran pejabat sistem pengadilan.

Setidaknya 20 petugas keamanan meninggal saat orang bersenjata menyerbu penjara Abu Ghraib dan Taji dekat Baghdad. Abu Ghraib pernah digunakan untuk menyiksa pihak oposisi ketika Saddam Hussein berkuasa.

Keburukan penjara ini terungkap pada 2004 ketika sebuah foto diterbitkan, yang menggambarkan tahanan disiksa oleh tentara Amerika Serikat.

Pada Selasa (23/07), afiliasi Al Qaeda yang menamakan diri mereka Islamic State of Iraq and the Levant mengatakan telah melakukan serangan di penjara.

Grup ini mengatakan menghabiskan "perencanaan yang memakan waktu berbulan-bulan" untuk menyerang Abu Ghraib yang terletak di bagian barat ibu kota dan Taji di bagian utara.

Grup juga mengklaim sekitar 500 militan termasuk di antara ratusan tahanan yang kabur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dipersenjatai baik

Otoritas Irak pada mulanya membantah ada tahanan yang kabur dalam penyerangan, tetapi kemudian diketahui "beberapa" tahanan kabur. Menteri Dalam Negeri Irak mengatakan dalam pernyataan Selasa (23/7/2013) bahwa orang bersenjata mendapat bantuan dari penjaga penjara.

Pertempuran berkobar selama beberapa jam setelah penjara diserang pada Minggu malam. Penyerang bersenjata melemparkan mortir di sekitar penjara dan menggunakan bom mobil di pintu masuk.

Situasi akhirnya dapat dikontrol pada Senin pagi dengan menggunakan helikopter militer. Menteri Dalam Negeri Wissam al-Firaiji sebelumnya mengatakan para penyerang, yang ia sebut teroris, dipersenjatai dengan baik.

"Serangan terhadap penjara Taji saja dilakukan oleh sembilan pelaku bom bunuh diri dan tiga bom mobil yang dikendarai oleh pelaku bom bunuh diri," katanya kepada wartawan.

"Para penyerang juga melemparkan lebih dari 100 mortir," katanya, menambahkan bahwa narapidana sudah berada "di bawah kendali" lagi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.