China Hentikan Pembangunan Gedung yang Terindikasi Korupsi

Kompas.com - 24/07/2013, 08:16 WIB
Kantor pemerintahan daerah Fuyang ditengarai dibangun dari hasil korupsi. BBCKantor pemerintahan daerah Fuyang ditengarai dibangun dari hasil korupsi.
EditorEgidius Patnistik
China menghentikan pembangunan sejumlah gedung pemerintahan selama lima tahun sebagai bagian dari pemberantasan korupsi. Sejumlah gedung mewah yang dihentikan pembangunannya tersebut sebelumnya sempat memancing kemarahan publik menyusul skandal korupsi dalam proses pengerjaannya.


Salah satu bangunan yang mendapat kecaman dalam beberapa tahun terakhir adalah gedung kantor pemerintahan bergaya barat di kota Fuyang di provinsi Anhui, kawasan timur China.

Pembangunan gedung ini dilaporkan memakan biaya 30 juta yuan atau sekitar Rp 50 miliar dan oleh warga sekitar disebut sebagai 'Gedung Putih'.

Proyek lain yang mendapat kecaman adalah gedung milik perusahaan obat BUMN yang dalam rangkaian foto menunjukkan gedung ini didekorasi mirip dengan Istana Versailles Prancis, lengkap dengan dinding dan lampu hias berlapis emas.

Sejumlah bangunan mewah lainnya dilaporkan dibangun di kawasan wisata pinggir pantai dimana para pejabat bisa menginap secara gratis atau dengan potongan harga yang sangat besar.

Kebijakan kemudian dikeluarkan Presiden Xi Jinping untuk menunjukkan bahwa Partai Komunis (CPC) berkomitmen dalam memberantas korupsi dan penghamburan uang negara.

Mencoreng Citra Partai

Dalam perintahnya Xi Jinping melarang renovasi dan pengerjaan bangunan yang bertopeng pemugaran, demikian laporan koran Xinhua. Xi Jinping dilaporkan berang karena sejumlah departemen dan otoritas lokal membangun kantor pemerintahan dengan melanggar peraturan, hal ini dianggap mencoreng citra CPC.

Larangan yang digambarkan sebagai sebuah "penghentian seluruh pembangunan" berlaku bagi sejumlah bangunan termasuk pusat pelatihan, hotel atau motel pemerintahan, lapor Xinhua.

Disebutkan juga bahwa organisasi pemerintahan semestinya tidak menerima pengiklan atau donasi saat melakukan proyek pembangunan, atau bekerja sama dengan perusahaan swasta. "Melarang pembangunan gedung pemerintahan baru adalah penting untuk membangun citra pemerintahan yang bersih dan juga untuk meningkatkan hubungan antara CPC dan rakyat dan menjaga citra CPC dan pemerintahan," demikian isi larangan tersebut.

Pemberantasan korupsi merupakan kebijakan utama Xi Jinping sejak dia menjadi pemimpin Cina awal tahun ini. Dia telah memperingatkan bahwa "anggota partai yang melakukan korupsi dan menerima suap bisa menghadapi hukuman yang berat" sesuai dengan kebijakan Partai Komunis.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X