Kompas.com - 24/07/2013, 07:12 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SYDNEY, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, Kota Sydney di Australia masuk daftar 10 kota termahal di dunia. Warga setempat sudah menyadari tren semakin mahalnya kota ini sebagai tempat hidup, setidaknya dua tahun terakhir, seiring peningkatan harga properti dan penguatan nilai tukar dollar Australia.

Dikutip dari news.com.au, Selasa (23/7/2013), Sydney untuk pertama kali masuk dalam daftar 10 kota termahal berdasarkan Survei Tahunan Biaya Hidup Mercer. Kota yang paling mahal di dunia masih ibu kota Angola, Luanda, dengan harga sewa properti tiga kali lipat lebih mahal daripada di Sydney.

Sementara kota termahal kedua berdasarkan survei itu adalah Moskwa, Rusia. Posisi berikutnya adalah Tokyo, ibu kota Jepang, dan ibu kota Chad, N'Djamena.

Menurut survei, harga tiket menonton bioskop di Sydney adalah 19,62 dollar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 200 ribu. Padahal, tiket bioskop di Johanesburg, Afrika Selatan, hanya 5,91 dollar Amerika Serikat, atau setara Rp 60 ribu.

Harga sepotong hamburger di Sydney, kata survei itu, adalah 9,24 dollar Amerika Serikat, sekitar Rp 100 ribu. Harga ini hampir tiga kali lipat harga hamburger di Hongkong.

Manajer bisnis Mercer, Garry Adams, mengatakan, harga sewa properti dan tingginya nilai tukar dollar Australia menjadikan Sydney masuk dalam 10 besar kota termahal di dunia. "Harga sewa menjadi kontributor terbesar yang membuat Sydney jadi mahal, (terutama) bagi pekerja asing," kata dia.

Menurut Adams, mereka yang memerlukan apartemen dua atau tiga kamar terpaksa mencari di daerah pinggiran kota Sydney, yang itu pun tetap mahal. Dalam beberapa tahun terakhir, imbuh dia, harga sewa apartemen di ibu kota negara bagian New South Wales tersebut sudah naik beberapa kali lipat.

Adams mengatakan, survei ini digelar pada Maret 2013 ketika nilai tukar dollar Australia melampaui kurs dollar Amerika Serikat. Dia memperkirakan bila nilai tukar dollar Australia tetap berada pada posisi saat ini yang kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat, peringkat survei dimungkinkan berubah.

Survei tahunan Mercer dilakukan di 214 kota di lima benua. Dalam daftar harga yang dipantau survei ini tercakup 200 barang, termasuk perumahan, transportasi, makanan, dan hiburan. Mercer menyatakan survei ini dibuat untuk digunakan pemerintah dan perusahaan multinasional sebagai rujukan besaran nominal biaya hidup bagi pekerja mereka di suatu negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.