Kompas.com - 24/07/2013, 03:29 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang pria bersenjatakan pisau menyerang kantor pelaksana "Kebijakan Satu Anak" di kota Dongxing, Provinsi Guangxi, di China selatan. Pria ini menikam dua pejabat kantor tersebut sampai tewas dan melukai empat orang lainnya.

Aksi tersebut dipicu ketidakpuasan pria tadi atas kebijakan satu anak. Kantor berita AFP mengutip kantor berita Xinhua, Selasa (23/7/2013), melaporkan, pejabat kantor "Kebijakan Satu Anak" awalnya menolak memberikan surat keterangan kepada pria yang bernama Hu tersebut, yang memungkinkannya memperoleh izin tinggal untuk empat anak.

Penolakan pemberian surat dilakukan karena Hu tak mau membayar "pungutan kompensasi sosial" karena melanggar kebijakan China yang hanya mengizinkan setiap keluarga punya satu anak.

Harian Rakyat melaporkan, Hu ditangkap segera setelah menyerang kantor itu. Video yang diunggah dalam portal Sina memperlihatkan pria tersebut diamankan sekelompok polisi. Gambar diambil seorang pejalan kaki, dan belum mendapat verifikasi.

Kebijakan China membatasi hanya satu anak pada semua keluarga China semakin diperketat sejak diterapkan tiga dekade lalu. Penguasa China menerapkan kebijakan ini untuk mencegah membengkaknya pertumbuhan penduduk dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, kebijakan ini pun menimbulkan problem demografi. Banyak keluarga di China secara tradisi lebih menyukai memiliki anak laki-laki. Karenanya, UU satu anak sering dilanggar jika mereka belum memiliki anak laki-laki. Terlebih lagi, banyak pasangan di pedesaan China memiliki anak pertama berjenis kelamin perempuan.

Kasus pembunuhan dua pejabat ini mengundang dukungan dari banyak pihak di China yang mengecam kebijakan satu anak. "Berapa banyak orang akan berubah dan melakukan tindakan kriminal karena hukum yang mengerikan ini," demikian antara lain salah satu komentar di Twitter.

China dilaporkan kini menghadapi masalah menipisnya angkatan kerja muda usia karena kebijakan satu anak. Postur demografi China juga memperlihatkan populasi China didominasi kalangan berusia lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.