Kompas.com - 23/07/2013, 22:42 WIB
Ilustrasi pengadilan. ShutterstockIlustrasi pengadilan.
EditorErvan Hardoko

AMSTERDAM, KOMPAS.com — Pengadilan di Belanda menolak ekstradisi seorang tersangka terorisme ke Amerika Serikat terkait persekongkolan AS dalam penyiksaannya.

Pria berusia 26 tahun itu—yang hanya disebut sebagai Sabir K—dituduh ikut serta dalam rangkaian serangan atas pasukan AS di Afganistan.

Dia mengatakan disiksa di Pakistan setelah ditangkap pada tahun 2010 dan Amerika Serikat mengetahui penyiksaan itu.

Pengadilan banding menolak ekstradisi dengan alasan tingkat keterlibatan Amerika Serikat dalam penyiksaan itu "tidak jelas".

Hakim berpendapat, masih banyak yang belum jelas sehubungan dengan peran pihak berwenang Amerika Serikat dalam penyiksaan Sabir.

Tersangka adalah warga negara Belanda asal Pakistan yang kembali ke negaranya setelah penangkapannya, tetapi langsung ditahan.

Penasihat hukum tersangka, Andrew Seebregts, mengatakan kepada BBC bahwa dia bebas untuk tinggal di Belanda, tetapi ditangkap kembali jika bepergian ke luar negeri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimanapun, Pemerintah Belanda mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Belanda.

Wartawan BBC di Den Haag, Anna Holligan, mengatakan, keputusan itu amat penting karena berarti mengetahui bahwa Amerikat Serikat mungkin menyadari teknik penyiksaan atas tersangka teroris di luar negeri.

Pemerintah Washington selalu menolak berkomentar atas hal tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X