Kompas.com - 23/07/2013, 03:37 WIB
Pengumuman kelahiran bayi kerajaan dipasang di atas kuda-kuda kayu di halaman istana Buckingham, London, Inggris, Senin (22/7/2013) petang waktu setempat. Ini adalah cara tradisional pengumuman kelahiran bayi kerajaan. Pada saat terakhir sebelum kelahiran, istana Kensington sedikit memodifikasi pengumuman, dengan merilis siaran pers di Lindo Wing rumah sakit St Mary, tempat Kate Middleton melahirkan. BBCPengumuman kelahiran bayi kerajaan dipasang di atas kuda-kuda kayu di halaman istana Buckingham, London, Inggris, Senin (22/7/2013) petang waktu setempat. Ini adalah cara tradisional pengumuman kelahiran bayi kerajaan. Pada saat terakhir sebelum kelahiran, istana Kensington sedikit memodifikasi pengumuman, dengan merilis siaran pers di Lindo Wing rumah sakit St Mary, tempat Kate Middleton melahirkan.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
LONDON, KOMPAS.com — Meski di saat terakhir Istana Kensington mengubah cara pengumuman kelahiran bayi istana Inggris untuk mempercepat tersiarnya kabar, cara tradisional mengumumkan kelahiran tetap dilakukan.

Sebuah tonggak kayu dipajang di depan Istana Buckingham, dengan sebuah laporan kelahiran diletakkan di sana, setelah sebelumnya seorang prajurit istana berseragam lengkap membacakan kabar kelahiran tersebut.

Pengumuman itu dipajang oleh seorang petugas Istana Buckingham dengan didampingi seorang penjaga pintu. Sejak Senin (22/7/2013) siang, tonggak kayu berwarna emas mengilap telah disiapkan di halaman berkerikil di istana ini.

Rincian medis kelahiran putra pasangan Pangeran William dan Kate Middleton ditandatangani Marcus Setchell, dokter yang memimpin proses kelahiran bayi Kate.

Pemasangan pengumuman ini pun mengingatkan momentum serupa saat kelahiran ayah sang bayi, Pangeran William, pada 21 Juni 1982. Ini adalah sebuah tata cara tradisional yang sekarang terlihat kontras jika dibandingkan dengan penyebaran instan kabar melalui dunia maya, seperti Twitter dan e-mail.

Bayi yang baru lahir ini akan menjadi buyut ketiga bagi Ratu Elizabeth II, yang berhak menjadi bakal penerus pemegang takhta. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.