Kompas.com - 22/07/2013, 22:08 WIB
EditorErvan Hardoko

Kaburnya Nada bersama pamannya membuat kedua orangtua Nada marah dan mendesak agar Nada dikembalikan ke kediamannya.

Namun, saat Nada kembali, orangtuanya kembali akan menikahkannya dan Nada kembali kabur.

Saat sang paman menemukan Nada kembali, dia melaporkan masalah itu kepada pemerintah dan Nada diperkenankan tinggal bersama pamannya itu. Saat itulah Nada mengunggah video ini.

Praktik menikahkan bocah perempuan seperti Nada marak terjadi di Yaman dan menarik perhatian organisasi HAM internasional yang mendesak Pemerintah Yaman menerbitkan undang-undang perlindungan anak-anak.

Kemiskinan yang mencengkeram rakyat Yaman membuat praktik ini terus subur. Keluarga miskin kerap tak bisa menolak lamaran yang dibarengi uang tunai ratusan dollar AS.

Lebih dari seperempat dari 24 juta penduduk Yaman menikah di bawah usia 15 tahun. Demikian data dari Kementerian Sosial Yaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.