Kompas.com - 22/07/2013, 18:07 WIB
Negara-negara Teluk akan membahas kemungkinan memasukkan Hezbollah ke dalam daftar kelompok teroris dalam sebuah pembicaraan tingkat tinggi di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (2/6/2013). AFPNegara-negara Teluk akan membahas kemungkinan memasukkan Hezbollah ke dalam daftar kelompok teroris dalam sebuah pembicaraan tingkat tinggi di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (2/6/2013).
EditorErvan Hardoko
BRUSSELS, KOMPAS.com — Para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa yang bertemu di Brussels, Belgia, Senin (22/7/2013), sepakat untuk memasukkan sayap militer Hezbollah ke dalam daftar hitam organisasi teroris dunia.

"Kesepakatan sudah tercapai untuk memasukkah Hezbollah ke dalam daftar hitam," ujar seorang sumber di Uni Eropa kepada AFP.

Keputusan Uni Eropa ini berarti menerapkan larangan pemberian visa kepada individu yang diduga kuat adalah anggota Hezbollah serta pembekuan aset semua organisasi yang terafiliasi dengan Hezbollah.

Meski keputusan sudah dicapai, implementasi keputusan ini akan sangat sulit karena aparat keamanan harus mengungkap jaringan antara berbagai organisasi sayap Hezbollah terlebih dulu.

Hezbollah yang didukung Iran memainkan peranan penting dalam dunia politik Lebanon dan mendominasi pemerintahan Lebanon sejak 2011.

Nama Hezbollah semakin "tenar" setelah secara terbuka menyatakan dukungan terhadap rezim Bashar al-Assad dan mengirimkan ratusan pejuangnya untuk membantu memerangi pemberontak.

Kelompok ini juga dituding berada di belakang peledakan bus wisata di Bulgaria tahun lalu yang menewaskan enam orang, lima di antaranya adalah wisatawan Israel.

Keputusan Uni Eropa ini disambut baik negara-negara Eropa, salah satunya adalah Belanda.

"Kami menyambut baik keputusan Uni Eropa memasukkan Hezbollah sebagai sebuah organisasi teroris," kata Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans.

Salah satu hal yang melatarbelakangi keputusan ini adalah bukti-bukti insiden peledakan di Bulgaria.
Bukti lain adalah keputusan pengadilan Siprus yang memutuskan seorang anggota Hezbollah terbukti merencanakan serangan terhadap warga Israel di negara Laut Tengah itu.

Selain itu, keterlibatan Hezbollah dalam konflik bersenjata di Suriah, menjadi bahan pertimbangan lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X