Panama Temukan Dua MiG-21 di Dalam Kapal Korut

Kompas.com - 22/07/2013, 15:00 WIB
Penyidik Panama menemukan dua pesawat jet tempur Mig-21 buatan Uni Soviet di dalam kapal barang yang ditahan beberapa waktu lalu. RODRIGO ARANGUA / AFPPenyidik Panama menemukan dua pesawat jet tempur Mig-21 buatan Uni Soviet di dalam kapal barang yang ditahan beberapa waktu lalu.
EditorErvan Hardoko
PANAMA CITY, KOMPAS.com — Para penyidik Panama menemukan dua pesawat tempur MiG-21 di dalam kapal barang Korea Utara yang ditahan belum lama ini. Pemerintah Panama menjelaskan, Minggu (21/7/2013).

Bersama dengan dua pesawat supersonik buatan Uni Soviet pada akhir 1950-an itu, petugas juga menemukan dua sistem radar misil di dalam kapal Chong Chon Gang itu. Demikian dikatakan Presiden Panama Ricardo Martinelli kepada wartawan di kota pelabuhan Colon.

Barang-barang lain yang ditemukan termasuk sejumlah kabel dan peralatan elektronik. Namun, petugas tidak menemukan barang yang paling ditakutkan, yaitu bahan peledak.

Sebelumnya, Pemerintah Panama sudah meminta Dewan Keamanan PBB untuk memeriksa kapal Korea Utara itu berikut muatannya karena diduga kapal itu adalah bagian dari upaya Korea Utara menembus blokade senjata yang dijatuhkan setelah negeri itu melakukan uji coba nuklir dan roket balistik, awal tahun ini.

"Tak seorang pun boleh membawa senjata ilegal melalui terusan Panama di bawah muatan lain," kata Martinelli.

Dia menambahkan, dia belum secara personal berbicara dengan seorang pun pejabat Kuba sejak pemerintah negeri itu meminta Panama untuk membebaskan kapal tersebut.

Pemerintah Kuba juga mengakui persenjataan yang ditemukan di dalam kapal Korea Utara itu adalah milik Kuba yang akan dibawa ke Korut untuk diperbaiki dan nantinya akan dikembalikan.

Sementara itu, jaksa penuntut Panama, Javier Caraballo, mengatakan, saat kedua pesawat jet itu ditemukan, terdapat bau bahan bakar yang sangat menyengat.

Hal itu menunjukkan kedua pesawat itu sempat digunakan sebelum dimasukkan ke dalam kontainer dan dimuat ke dalam kapal Korea Utara itu.

Sejauh ini, lanjut Caraballo, Pemerintah Panama belum menemukan persenjataan di luar daftar yang diberikan Pemerintah Kuba.

Tim penyidik PBB akan datang ke Panama awal Agustus setelah Panama menyelesaikan proses pembongkaran muatan kapal sepanjang 155 meter itu.

Persenjataan milik Kuba itu ditemukan di bawah tumpukan ribuan karung gula. Sebelum persenjataan itu ditemukan, Kuba mengatakan kepada Panama bahwa gula tersebut adalah sumbangan untuk rakyat Korea Utara.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X