Kompas.com - 20/07/2013, 22:57 WIB
EditorErvan Hardoko
PESHAWAR, KOMPAS.com - Para tetua suku dan ulama di wilayah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa melarang perempuan berbelanja di pasar tanpa didampingi suami atau kerabat pria. Demikian para tetua suku meyatakan, Sabtu (20/7/2013).

Keputusan ini sebenarnya sudah diambil pada Jumat (19/7/2013) di distrik Karak, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang berbatasan dengan Afganistan.

"Kami sudah memutuskan perempuan tidak boleh berbelanja ke pasar tanpa didampingi kerabat pria," ujar seorang tetua dan ulama, Maulana Mirzaqeem.

"Bagi para perempuan yang diketahui pergi ke pasar tanpa didampingi kerabat pria akan diserahkan kepada polisi," tambah Maulana.

"Mereka (jika bepergian) akan menyebarkan kevulgaran dan mengganggu pria yang tengah berpuasa," tambah Maulana.

Para ulama menyatakan, larangan ini diberlakukan terkait kesucian bulan Ramadhan. Namun, tidak jelas apakah larangan ini akan dicabut setelah bulan Ramadhan berakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.