Kompas.com - 18/07/2013, 22:44 WIB
EditorErvan Hardoko

Tak puas dengan jawaban Kerry, perempuan itu mengatakan, jika tak ada solusi hingga akhir bulan Ramadhan, para pengungsi memilih pulang ke Suriah dan bertempur.

”Kami akan bertempur meski hanya menggunakan pisau. Kalian, Pemerintah AS, sangat menghormati Israel. Tak bisakah kalian berlaku sama terhadap anak-anak Suriah?” kata perempuan itu.

Menanggapi cecaran perempuan itu, Kerry mencoba memberi jawaban yang menenangkan.

”Kami tidak akan mengabaikan kalian. Kami paham betapa buruknya situasi di Suriah. Saya datang ke sini karena kami prihatin,” ujar Kerry.

”Saya berjanji akan membawa permintaan Anda ke Washington,” kata Kerry.

Sejauh ini, AS menjadi pendonor terbesar untuk menangani masalah pengungsi Suriah dan sudah menjanjikan tambahan bantuan sebesar 800 juta dollar AS untuk bantuan kemanusiaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.