Kompas.com - 18/07/2013, 22:18 WIB
Para pendukung presiden terguling Muhammad Mursi menguasai jembatan 6 Oktober di Kairo pada Senin (15/7/2013) malam yang memicu bentrokan dengan polisi. Dari bentrokan sepanjang malam itu, sebanyak tujuh orang tewas dan 261 orang lainnya terluka. MARWAN NAAMANI / AFPPara pendukung presiden terguling Muhammad Mursi menguasai jembatan 6 Oktober di Kairo pada Senin (15/7/2013) malam yang memicu bentrokan dengan polisi. Dari bentrokan sepanjang malam itu, sebanyak tujuh orang tewas dan 261 orang lainnya terluka.
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Kelompok Ikhwanul Muslimin, Kamis (18/7/2013), mengatakan telah mengajukan sebuah proposal melalui Uni Eropa terkait rencana pembicaraan untuk menyelesaikan krisis politik Mesir.

Ini adalah pernyataan resmi pertama terkait sebuah negosiasi sejak militer Mesir mendongkel Muhammad Mursi dari jabatan presiden pada 3 Juli lalu.

Salah seorang petinggi Ikhwanul Muslimin Gehad el-Haddad, yang mewakili Ikhwanul dalam sebuah pembicaraan yang disponsori Uni Eropa belum lama ini, kepada Reuters mengatakan, sebuah proposal diajukan kepada utusan UE Bernardino Leon sebelum kunjungan Catherine Ashton ke Kairo pada Rabu (17/7/2013).

Leon mengatakan, dia sudah menawarkan proposal itu kepada Uni Eropa sebagai salah satu upaya mengakhiri krisis politik Mesir.

Sementara itu, Haddad menggambarkan proposal itu masih dalam tahap paling awal soal rencana penyelesaian krisis politik. Sayangnya, Haddad enggan memberikan rincian proposal tersebut.

Dia hanya mengatakan proposal itu sebagai sebuah kerangka kerja untuk membuka dialog. Meski demikian, dia menegaskan Ikhwanul Muslimin tetap dengan pendapatnya bahwa jabatan Muhammad Mursi harus dikembalikan.

"Kami membutuhkan pihak ketiga. Sejauh ini juga belum jelas siapa pihak ketiga itu. Apakah itu militer? Atau NSF (Front Penyelamat Nasional)?" kata Haddad.

Leon sendiri belum mau menjelaskan detail proposal yang diajukan Ikhwanul Muslimin. Namun, dia yakin kedua pihak yang berseberangan kini sudah mulai membuka peluang dialog.

"Masih terlalu dini untuk membicarakan tentang inisiatif. Kami hanya mendengarkan para pihak, memahami posisi mereka, sambil mencari ruang untuk memberikan dukungan. Kami yakin ini akan menjadi sebuah...dialog Mesir tanpa aktor asing," kata Leon.

Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X