"Ada tanda-tanda yang sangat jelas bahwa Hezbollah berada di belakang pengeboman Burgas," kata Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetlin Yochev sesaat sebelum meresmikan tugu peringatan serangan di bandara Burgas.
Yochev menambahkan, sejak pemerintahan sosialis berkuasa di Bulgaria pada akhir Mei lalu, Sofia menerima lebih banyak lagi informasi dari misi luar negerinya yang juga mengarah pada keterlibatan Hezbollah.
Sejauh ini Bulgaria masih harus mengidentifikasi pelaku pengeboman dan orang-orang yang membantunya.
Pemerintah mengatakan, para pelaku peledakan itu memegang paspor Kanada dan Australia, serta terkait dengan Hezbollah.
Bukti-bukti keterkaitan Hezbollah dengan pengeboman itulah yang membuat Inggris berusaha keras agar Uni Eropa memasukkan Hezbollah ke dalam daftar hitam organisasi teroris.
Namun, langkah Inggris ini belum mendapat dukungan dari sejumlah negara Uni Eropa yang khawatir langkah memberi cap teroris kepada Hezbollah akan merusak stabilitas politik Lebanon.
Sejumlah negara juga masih mempertanyakan keabsahan bukti-bukti yang mengaitkan Hezbollah dengan serangan di kota wisata Laut Hitam itu.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.