Panama: Kru Kapal Korut Terancam Hukuman Penjara 6 Tahun

Kompas.com - 18/07/2013, 16:41 WIB
Bendera Korea Utara berkibar di buritan kapal barang Chong Chon Gang yang ditahan pemerintah Panama karena ketahuan membawa senjata dari Kuba. Pemerintah Kuba mengaku senjata-senjata itu adalah persenjataan usang di zaman Uni Soviet dan dikirim ke Korea Utara untuk perbaikan. RODRIGO ARANGUA / AFPBendera Korea Utara berkibar di buritan kapal barang Chong Chon Gang yang ditahan pemerintah Panama karena ketahuan membawa senjata dari Kuba. Pemerintah Kuba mengaku senjata-senjata itu adalah persenjataan usang di zaman Uni Soviet dan dikirim ke Korea Utara untuk perbaikan.
EditorErvan Hardoko
PANAMA CITY, KOMPAS.com — Para pelaut Korea Utara yang kapalnya ditahan Pemerintah Panama karena ketahuan membawa persenjataan militer terancam hukuman enam tahun penjara. Demikian seorang jaksa setempat menjelaskan, Kamis (18/7/2013).

"Kejahatan semacam ini bisa diganjar hukuman penjara maksimal enam tahun," kata jaksa penuntut Javier Caraballo.

"Mereka (para kru) memilih untuk tutup mulut dan tidak bersaksi," tambah Caraballo.

Sebanyak 35 awak kapal barang Chong Chon Gang, yang dicegat saat tengah mendekati Terusan Panama pekan lalu, kini ditahan di lokasi bekas pangkalan militer AS di Pelabuhan Manzanillo, wilayah utara Panama.

Sebelumnya, Pemerintah Kuba sudah menyatakan senjata yang ditemukan di dalam kapal Korea Utara itu adalah senjata bekas zaman Uni Soviet.

Persenjataan itu dibawa ke Korea Utara untuk diperbaiki sebelum dikembalikan ke Kuba.

Sementara itu, Pemerintah Korea Utara mendesak Panama untuk membebaskan tanpa penundaan lagi kapal dan para awaknya setelah mereka menemukan sejumlah persenjataan di dalam kapal yang mengangkut gula itu.

Dalam komentar pertama menyangkut masalah ini, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, kargo berisi persenjataan "kuno" Kuba itu dikirim untuk perbaikan dan akan dikembalikan berdasarkan kontrak yang sah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X