Kuba: Senjata-senjata Itu Akan Diperbaiki di Korut

Kompas.com - 17/07/2013, 17:42 WIB
Bendera Korea Utara berkibar di buritan kapal barang Chong Chon Gang yang ditahan pemerintah Panama karena ketahuan membawa senjata dari Kuba. Pemerintah Kuba mengaku senjata-senjata itu adalah persenjataan usang di zaman Uni Soviet dan dikirim ke Korea Utara untuk perbaikan. RODRIGO ARANGUA / AFPBendera Korea Utara berkibar di buritan kapal barang Chong Chon Gang yang ditahan pemerintah Panama karena ketahuan membawa senjata dari Kuba. Pemerintah Kuba mengaku senjata-senjata itu adalah persenjataan usang di zaman Uni Soviet dan dikirim ke Korea Utara untuk perbaikan.
EditorErvan Hardoko

HAVANA, KOMPAS.com — Pemerintah Kuba mengatakan, persenjataan yang ditemukan dalam sebuah kapal Korea Utara yang ditahan Pemerintah Panama adalah persenjataan usang dari zaman Uni Soviet.

Senjata itu dibawa ke Korea Utara atas permintaan Kuba untuk diperbaiki. Pernyataan ini dikeluarkan sehari setelah Panama menahan kapal pengangkut gula itu.

Kuba mengklaim, persenjataan yang dibawa kapal Korea Utara adalah milik negeri pulau itu. Kementerian Luar Negeri Kuba menyatakan, persenjataan usang yang diangkut itu sebanyak 240 metrik ton, termasuk dua sistem rudal pertahanan serangan udara.

Selain itu terdapat 9 bagian onderdil rudal, sejumlah bagian pesawat tempur MiG-21, dan 15 mesin pesawat terbang.

"Semua diproduksi di pertengahan abad ke-20 dan akan diperbaiki di Korea Utara sebelum dikembalikan ke Kuba," demikian dinyatakan Kemenlu Kuba.

"Persetujuan yang ditandatangani Kuba ini didorong kebutuhan untuk memelihara kapasitas pertahanan kami demi mempertahankan kedaulatan negara," sambung Kemenlu Kuba.

Sementara itu, Presiden Panama Ricardo Martinelli lewat akun Twitter-nya menyebarkan foto barang-barang yang diangkut kapal tersebut.

Para pakar mengidentifikasi senjata-senjata itu sebagai sistem radar yang dibangun di masa Uni Soviet untuk mendukung sistem rudal permukaan ke udara.

Pemerintah Panama mengatakan, persenjataan itu tersembunyi di antara 100.000 kilogram gula yang ada di dalam kapal bernama Chong Chon Gang itu.

Menteri Keamanan Panama Jose Raul Mulino mengatakan bahwa insiden ini sudah berada di bawah wewenang penyelidik PBB.

Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat memuji keberhasilan Panama mencegat dan menahan kapal pengangkut senjata itu.

"Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Panama, jika mereka meminta bantuan kami," kata juru bicara Kemenlu AS, Patrick Ventrell.

Ventrell menambahkan, semua pengangkutan senjata atau benda-benda yang terkait dengan persenjataaan akan dianggap melanggar sejumlah resolusi Dewan Keamanan.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X