Kompas.com - 16/07/2013, 20:09 WIB
EditorErvan Hardoko

ATHENA, KOMPAS.com — Puluhan ribu pekerja Yunani mogok kerja, Selasa (16/7/2013), dan melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen, menentang rencana pemerintah memangkas pegawai sektor publik demi mendapatkan kucuran pinjaman asing.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung hanya sehari sebelum pemungutan suara parlemen terkait rangkaian langkah reformasi yang harus dilakukan Yunani sebelum Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengucurkan lebih banyak bantuan.

Setidaknya 30.000 orang, termasuk polisi dan guru yang menjadi sasaran pengurangan pegawai ini, berkumpul di sebuah lapangan besar di depan parlemen sambil menabuh drum dan meniup peluit dalam salah satu aksi unjuk rasa terbesar di Yunani tahun ini.

"Sepertinya Yunani sudah mati dan para burung bangkai kini berebut menghabiskan bangkai Yunani," kata Eleni Fotopoulou (58), seorang pensiunan guru.

"Saya tidak marah lagi, saya muak. Kita harus melawan kembali," ujar ibu dua anak itu.

Warga Yunani terbelah antara pilihan apakah para pegawai negeri —yang pekerjaannya dilindungi konstitusi— harus merasakan pahitnya pemutusan kerja seperti yang dialami para pegawai swasta.

Namun, semua pihak sepakat bahwa rakyat Yunani tak mampu lagi mengatasi pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak lebih banyak lagi.

Di luar parlemen, rakyat berteriak-teriak "tak ada lagi pengorbanan" sambil mengibarkan spanduk bertuliskan "Pecat para Troika" yang merujuk Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF yang menjanjikan bantuan dana 200 miliar euro untuk Yunani.

Akibat mogok kerja massal ini berbagai sektor layanan publik terganggu. Penerbangan domestik terganggu setelah serikat pekerja penerbangan melakukan mogok selama empat jam.

Sementara itu, salah satu lokasi wisata utama Athena, reruntuhan Acropolis, tutup lebih awal.

Transportasi publik di kota Athena juga terganggu. Bus kota tak beroperasi hingga malam hari. Layanan kereta api juga terhenti, sementara berbagai kantor pemerintah juga tutup.

Para tukang sampah, pengemudi bus, pekerja bank, hingga wartawan termasuk para pekerja ikut melakukan unjuk rasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.