Kompas.com - 16/07/2013, 18:14 WIB
PM Australia Kevin Rudd. abcnews.net.auPM Australia Kevin Rudd.
|
EditorErvan Hardoko


CANBERRA, KOMPAS.com
 — Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pada Selasa (16/7/2013) memutuskan untuk menghentikan pajak karbon terhadap berbagai industri negeri itu.

Dalam langkah yang disebut untuk memperkuat posisi Partai Buruh menjelang pemilu mendatang, penghentian penarikan pajak karbon ini akan bernilai sekitar 3,8 miliar dollar selama empat tahun mendatang.


Dalam keputusannya, Kevin Rudd juga menjelaskan rencananya untuk mengikuti sistem harga mengambang gaya Eropa setahun lebih cepat, yaitu mulai 1 Juli 2014.

Diharapkan penghentian pajak karbon ini akan membuat warga Australia bisa menghemat sekitar 380 dollar (sekitar Rp 3,8 juta) per tahun.

Pajak karbon yang diterapkan Australia guna mengurangi pemanasan global dikenakan terhadap berbagai industri, yang pada gilirannya membebankannya kepada konsumen. Kebanyakan penghematan itu akan terjadi pada tarif listrik dan gas.

"Sebanyak 370 perusahaan besar yang menghasilkan gas rumah kaca tetap akan membayar pajak karbon, tetapi biayanya akan lebih rendah sehingga tekanan terhadap konsumen lebih kecil," kata PM Kevin Rudd.

Perubahan ini, menurutnya, akan membuat konsumen lebih bisa menghemat, sementara Australia tetap menyumbang peran dalam mengurangi polusi karbon guna menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Semula pajak karbon ditetapkan 24.15 dollar per ton dan bila menggunakan harga mengambang, harganya diperkirakan hanya 6 dollar per ton.

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L. Sastra Wijaya, sebelumnya pihak oposisi yang dipimpin Tony Abbott sudah berulang kali mengatakan mereka akan menghapus pajak karbon ini bila mereka menang dalam pemilu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pola harga pajak karbon mengambang ini sudah dianut oleh negara-negara besar seperti China, Jerman, Perancis, dan Inggris.

Langkah ini dianggap bisa dipertanggungjawabkan secara ekonomi dan bagus buat lingkungan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.