Kompas.com - 16/07/2013, 15:41 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Korea Selatan (Korsel) menyatakan bahwa Korea Utara (Korut) berada di belakang serangan 25 Juni. Seoul mengatakan, serangan dunia maya itu membuat laman resmi kepresidenan berikut lembaga-lembaga pemerintahan di Korsel terganggu.

Adalah Kementerian Sains, TI, dan Perencanaan Masa Depan Korsel yang mengatakan hal itu dalam konferensi persnya pada Selasa (16/7/2013). "Serangan itu terjadi mulai 25 Juni 2013 hingga 1 Juli 2013," kata kementerian itu sebagaimana warta AP.

Kementerian itu mengatakan pada 25 Juni 2013 bahwa laman resmi kepresidenan Cheong Wa Dae dan kantor Koordinasi Kebijakan Pemerintah diretas. Kala itu, laman-laman tersebut menayangkan pesan-pesan dari pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un. Peretas menamakan dirinya sebagai grup Tanpa Nama.

Lantaran serangan dunia maya itu, beberapa kementerian Korsel kesulitan mengakses laman mereka. Tak cuma itu, beberapa institusi swasta, termasuk koran-koran lokal juga diretas.

Kementerian menemukan bukti bahwa Internet Protocol (IP) yang menjadi akses laman-laman Pemerintah Korsel terkait dengan jaringan di Korut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.