Kompas.com - 16/07/2013, 05:46 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani
KAIRO, KOMPAS.com — Bentrok kembali pecah seusai shalat tarawih di Bundaran Ramses, pusat kota Kairo, Mesir, pada Senin (15/7/2013) malam atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Pendukung presiden terguling Mesir Muhammad Mursi terlibat bentrok dengan aparat keamanan.

Otoritas keamanan Mesir menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memadati kawasan itu sejak siang. Tembakan tersebut dibalas dengan lemparan batu dan bom molotov.

Pendukung Mursi sejak siang memblokade Jembatan 6 Oktober di Ramses Street. Hingga berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa akibat bentrokan ini.

Ikhwanul Muslimin melakukan demonstrasi akbar untuk kesekian kali, Senin (15/7/2013), menyoal penggulingan Mursi. Mereka tetap menuntut pemulihan kembali Mursi sebagai Presiden Mesir yang dipilih lewat pemilu.

Pendukung Mursi masih menduduki Bundaran Masjid Rabiah Adawiyah, Kairo timur, dan Bundaran Al Nahdhah di depan kampus Cairo University, Kairo barat. Di sekitar Rabiah Adawiyah, langit diwarnai bunga api dari lontaran tembakan berbalas molotov. Lampu jalan di kawasan tersebut sebelumnya telah dipadamkan pemerintah.

Sudah 17 hari massa menduduki Bundaran Rabiah dan Bundaran Al Nahdhah dan bertekad akan tetap bertahan hingga mengembalikan keabsahan Presiden Mursi. Sampai saat ini keberadaan Mursi masih menjadi tanda tanya, meskipun pihak berwenang terus mengatakan bahwa Mursi berada di tempat yang aman.

Ruang gerak para tokoh Ikhwanul Muslimin kian dipersempit dengan perintah penangkapan oleh kejaksaan terhadap mereka, termasuk Mursyid/Pemimpin Tertinggi Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie. Mantan Mursyid Ikhwanul Muslimin Mohamed Mahdi Akef dan Ketua Partai Kebebasan dan Keadilin Saad Katatni telah terlebih dahulu ditangkap.

Selain perintah penangkapan, aset para tokoh itu, termasuk rekening di bank-bank, juga dibekukan sementara oleh kejaksaan. Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Bill Burns, yang saat ini berkunjung ke Mesir, mendesak Kairo agar menghentikan penangkapan politik, merujuk penangkapan petinggi Ikhwanul Muslimin ini.

Di sisi lain, perdana menteri transisi Hazem Al Bablawi telah merampungkan susunan kabinet yang direncanakan akan dilantik pada Rabu (17/7/2013). Sementara demonstrasi pun dilakukan oposisi anti-Mursi, Senin, dengan agenda mengawal pelantikan kabinet baru tersebut. Kubu anti-Mursi menggelar demonstrasi dengan menduduki jalan di dekat Istana Presiden Al Ettihadiyah, Kairo timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.