5.000 Lebih Korban Hilang Banjir India Dinyatakan tewas

Kompas.com - 15/07/2013, 20:58 WIB
Dalam foto diambil pada 23 Juni 2013 ini terlihat sekelompok peziarah yang terjebak banjir menunggu tim penyelamat di tepian sungai Govind Ghat. Pemerintah Negara Bagian Uttarakhand menyatakan lebih hampir 6.000 orang yang hilang diyakini telah tewas.
MANAN VATSYAYANA/AFPDalam foto diambil pada 23 Juni 2013 ini terlihat sekelompok peziarah yang terjebak banjir menunggu tim penyelamat di tepian sungai Govind Ghat. Pemerintah Negara Bagian Uttarakhand menyatakan lebih hampir 6.000 orang yang hilang diyakini telah tewas.
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com — Pemerintah Negara Bagian Uttarakhand, India, Senin (15/7/2013), mengatakan, hampir 6.000 orang peziarah, turis, dan warga lainnya yang hilang dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam kawasan itu bulan lalu, diyakini sudah tewas.

Para korban hanyut tersapu banjir yang disebabkan hujan deras di kawasan negara bagian Uttarakhand di pegunungan Himalaya, yang menghancurkan sebuah kota dan sejumlah desa.

"Kompensasi untuk keluarga korban akan diserahkan besok (Selasa), dengan asumsi bahwa mereka yang masih hilang dianggap meninggal dunia," kata Menteri Utama Uttarakhand, Vijay Bahaguna di ibu kota Dehradun.

Luapan deras air sungai meluluhlantakkan ribuan bangunan di negara bagian itu tepat di saat daerah tersebut tengah dipenuhi wisatawan dan para peziarah.


Dengan kondisi seperti itu, Bahaguna menyatakan korban tewas akibat banjir tersebut sebanyak 5.748 orang.

Sebanyak 1.000 orang dinyatakan tewas di saat banjir melanda. Sementara sisanya hingga berita ini diturunkan masih berstatus "hilang", yang berarti keluarga tak bisa mendapatkan kompensasi.

Bahaguna mengatakan, pemerintah negara bagian akan memberi kompensasi untuk warga lokal, sementara negara lain akan mengurus warga negaranya yang menjadi korban, yang sebagian besar adalah para peziarah yang mengunjungi kuil-kuil Hindu yang tersebar di Uttarakhand.

"Sebanyak 924 korban tewas adalah warga Uttarakhand dan keluarga akan menerima kompensasi," lanjut Bahaguna.

Bahaguna menambahkan, tiap keluarga korban tewas akan mendapatkan uang kompensasi sebesar 8.394 dollar AS atau sekitar Rp 84 juta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X