Kompas.com - 15/07/2013, 07:54 WIB
Petugas keselamatan penerbangan di Amerika telah menemukan kedua alat perekam penerbangan dari reruntuhan pesawat Asiana Airlines di San Francisco (7/7). ReutersPetugas keselamatan penerbangan di Amerika telah menemukan kedua alat perekam penerbangan dari reruntuhan pesawat Asiana Airlines di San Francisco (7/7).
EditorEgidius Patnistik
SAN FRANCISCO, KOMPAS.COM - Pembayaran ganti rugi bagi para korban dan keluarga korban pesawat Asiana Airlines yang jatuh ketika mendarat di bandara San Francisco bisa sangat jauh berbeda bagi penumpang warga Amerika dan penumpang dari negara lain.

Perjanjian internasional yang mengatur ganti rugi bagi penumpang pesawat yang mendapat kecelakaan di Amerika kemungkinan hanya berlaku bagi warga Amerika saja, sehingga penumpang yang berkewarganegaraan bukan Amerika harus mengajukan tuntutan ganti rugi di luar wilayah Amerika.

Pesawat Asiana Airlines yang nahas itu mengangkut 141 warga China, 77 warga Korea selatan, 64 warga Amerika, dan sembilan warga negara asing lainnya.

Puluhan orang yang cedera serius, khususnya yang menjadi lumpuh, bisa mengharapkan ganti rugi jutaan dolar AS, kalau mereka mengajukan klaim di pengadilan Amerika, kata para pakar hukum.

Pengacara Mike Danko dari negara bagian California mengatakan, penumpang yang menjadi lumpuh tangan dan kakinya bisa mengharapkan ganti rugi sampai 10 juta dolar AS kalau kasusnya diajukan di pengadilan Amerika, tapi di negara lain jumlah ganti rugi kemungkinan jauh lebih kecil.

Tahun 2001, pengadilan di Korea Selatan memerintahkan Korean Airlines membayar ganti rugi sebesar 510.000 dolar AS kepada seorang Ibu yang kehilangan puteri, menantu dan tiga orang cucunya yang meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang tahun 1997 di kawasan Pulau Guam yang termasuk wilayah Amerika.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.