Kompas.com - 13/07/2013, 07:15 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MONTREAL, KOMPAS.com — Jumlah korban tewas dari bencana kereta Lac-Megantic di Quebec, Kanada, terus bertambah. Hingga Jumat (12/7/2013) malam waktu setempat, korban tewas yang ditemukan telah berjumlah 28 orang, dari dugaan 50 orang korban berdasarkan laporan kehilangan warga.

Para korban ditemukan di bawah puing-puing kehancuran akibat meledaknya 5 dari 73 gerbong kereta bermuatan bahan bakar minyak, di pusat kota di Lac-Megantic, di dekat perbatasan Quebec-Maine, Sabtu (6/7/2013). Dari 73 gerbong itu, hanya satu yang tak mengangkut tangki bahan bakar minyak. Kelima gerbong meledak setelah sebelumnya keluar rel, setelah meluncur sejauh 11 kilometer tanpa satu pun awak kereta di atasnya.

Seorang juru bicara dari kantor koroner menambahkan saat ini sudah delapan orang teridentifikasi dari 28 jenazah yang sudah ditemukan. Sebelumnya, dari 24 jenazah baru 1 yang positif teridentifikasi. Kesulitan identifikasi terjadi karena buruknya kondisi jenazah para korban kecelakaan terburuk dalam 150 tahun terakhir sejarah perkeretaapian Kanada.

Kesulitan penanganan kecelakaan ini cukup tinggi. Sejak awal para petugas penyelamat dan pemadam kebakaran harus mencegah terbakarnya 66 tangki bahan bakar lain, selain memadamkan kebakaran hebat dari lima tangki yang meledak.

Asap bensin yang sangat kuat juga menjadi penghalang para petugas untuk mendekati baik puing-puing kecelakaan maupun kawasan sekitar yang hancur oleh ledakan tersebut, menurut pernyataan Juru Bicara kepolisian setempat Michael Forget. "Ini adalah tempat di mana ada banyak konsentrasi padat minyak. Jadi, ketika kami mengangkat puing, asap mencapai limit tak tertahankan," papar dia.

Forget mengatakan tim penyelamat dan penyelidik merasa perlu mengkaji ulang strategi yang mereka gunakan untuk menangani kecelakaan ini. Dia pun menyatakan tanah di sekitar lokasi kecelakaan terkontaminasi minyak.

Sekitar 200 polisi di tempat kejadian, termasuk 60 penyidik, akan diperkuat dalam beberapa hari mendatang dengan teknisi forensik kriminal dari Montreal dan Quebec City. "Dalam rangka mempercepat pekerjaan," tambah Forget.

Sebelumnya,
petugas penyelidik Jean Laporte mengatakan, kecelakaan Lac-Megantic "sangat mungkin kecelakaan kereta api paling dahsyat dalam sejarah Kanada." Badan keamanan transportasi Amerika Serikat, ujar dia, juga akan segera membantu menyelidiki kecelakaan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.