Baru Separuh Korban Kecelakaan Kereta Kanada Ditemukan

Kompas.com - 13/07/2013, 04:00 WIB
Foto udara ini menampilkan belasan gerbong tangki pengangkut BBM yang hangus setelah sebuah kereta barang anjlok dan meledak di kota kecil Lac-Megantic, Quebec, Kanada. Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah Kanada ini. HO / TSB of Canada / AFPFoto udara ini menampilkan belasan gerbong tangki pengangkut BBM yang hangus setelah sebuah kereta barang anjlok dan meledak di kota kecil Lac-Megantic, Quebec, Kanada. Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah Kanada ini.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
QUEBEC, KOMPAS.com — Baru setengah dari dugaan 50 korban tewas akibat meledaknya kereta pengangkut bahan bakar minyak di Quebec, Kanada, ditemukan. Pencarian korban memakan waktu lama, sudah sepekan sejak kecelakaan terjadi, karena kondisi lokasi kecelakaan yang berbahaya.

Kecelakaan ini menghancurkan satu bagian besar kota Quebec, Kanada. Pemadaman api dan penjagaan tangki-tangki bahan bakar yang tak terbakar untuk tetap dingin, menjadi tindakan prioritas para petugas di lapangan.

Kondisi korban yang ditemukan pun sangat buruk. Sampai saat ini baru satu korban yang telah ditemukan yang sudah dapat diidentifikasi.

Korban yang telah teridentifikasi pada Kamis (11/7/2013) adalah Eliane Parenteau (93), warga yang tinggal di zona bencana, di pusat kota Lac-Megantic.

Kepolisian mengatakan, ada 4 mayat lagi yang telah ditemukan akibat anjlok dan meledaknya kereta pengangkut bahan bakar ini. Dengan temuan ini, per Jumat (12/7/2013), 24 korban tewas sudah ditemukan dari perkiraan 50 korban, berdasarkan laporan warga hilang sejak insiden itu.

Kecelakaan ini disebut sebagai kecelakaan kereta terburuk di Kanada selama 150 tahun terakhir. Kritik tajam masyarakat Quebec yang mengalami trauma berat akibat kecelakaan ini tertuju pada kepala perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan kereta ini.

Akibat kecelakaan itu, tak kurang dari 2.000 warga sempat diungsikan. Jumlah ini adalah sepertiga populasi tempat kereta tersebut anjlok. Saat ini warga sudah diperbolehkan kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Kecaman untuk perusahaan operator kereta

Kereta naas itu dioperasikan oleh Rail World Inc. Presiden sekaligus CEO perusahaan itu, Edward Burkhardt, menuai hujan kritik dan celaan menyusul insiden ini. Ketidakhadiran Burkhardt di lokasi kecelakaan di saat-saat pertama peristiwa terjadi, juga menjadi sasaran kritik pedas.

"Pemimpin perusahaan ini harus telah ada sejak awal," kata Perdana Menteri Quebec Pauline Marois, dalam jumpa pers yang digelar di kota itu. Burkhardt baru tiba di Quebec pada Rabu (10/7/2013) dengan pengawalan ketat polisi, dan harus menghadapi hujatan warga. Kecelakaan kereta itu sendiri terjadi pada Sabtu (6/7/2013).

Dalam keterangannya, Burkhardt berkilah menunda kunjungannya ke lokasi kecelakaan karena harus menghadapi krisis akibat kecelakaan ini dari kantornya di Chicago, Amerika Serikat. Dia pun mengaku komunikasi efektif lebih bisa dilakukan dari Chicago.
"Saya memahami kemarahan ekstrem (akibat kecelakaan ini). Kami berutang permintaan maaf kepada warga kota ini."

Burkhardt menyalahkan kegagalan teknisi mengatur rem dengan benar yang menyebabkan kereta meluncur tanpa satu awak pun di atasnya. Kereta meluncur miring sepanjang 11 kilometer lintasan, sampai akhirnya tergelincir dan terbakar. Rangkaian kereta itu terdiri atas 73 gerbong, dan hanya satu yang tak memuat bahan bakar minyak, di mana 5 tangki bahan bakar minyak meledak.

Menurut Burkhardt, teknisi yang menangani rem itu kini telah diskors tanpa gaji dan berada dalam penanganan polisi. Dia tak menyebutkan nama teknisi tersebut, tapi perusahaannya telah mengidentifikasi teknisi itu sebagai Tom Harding, warga Quebec.

Wali Kota Lac-Megantic, Colette Roy-Laroche, mengatakan, Burkhardt menolak menggelar pertemuan dengan warga. "Saya marah dengan kenyataan bahwa dia tidak berkomunikasi dengan saya lebih cepat," katanya.

Dari kantor pusat Rail World Inc, batalnya pertemuan itu disebut sebagai kesalahpahaman. "Orang-orang kami telah melakukan kontak dengan kantor wali kota setiap hari, dan aku tahu Mr Burkhardt ingin bertemu dengannya secara pribadi," tepis Cathy Aldana dari perusahaan itu.

Penyidik juga mendapatkan bahwa sebelumnya sudah ada api di kereta yang sama, sebelum kecelakaan. Sebagai prosedur standar sebagai respons api itu, sistem rem udara kereta itu dimatikan, yang berarti sistem rem dialihkan pada rem tangan.

Kecelakaan kereta api terburuk di Quebec sebelum peristiwa ini terjadi pada 1864, ketika sebuah kereta api jatuh ke Sungai Quebec dan menewaskan 99 orang.

Dengan insiden ini, mencuat juga pertanyaan atas pesatnya penggunaan kereta api untuk mengangkut bahan bakar minyak di Amerika Utara, terutama menyusul "booming" minyak di North Dakota dan Alberta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X