Kompas.com - 12/07/2013, 18:51 WIB
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Kelompok pendukung dan penentang mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi tengah bersiap untuk mengadakan unjuk rasa besar di Kairo pada Jumat (12/7/2013).

Pendukung Mursi berharap jutaan orang akan melanjutkan dukungan bagi Mursi untuk kembali ke kursi kekuasaan.

Belasan orang tewas akibat bentrokan sejak digulingkannya Mursi oleh militer.

Wartawan BBC di Kairo mengatakan, Ikhwanul Muslimin, kelompok asal Mursi, mungkin telah menyingkirkan banyak pihak saat berkuasa, tetapi banyak kalangan di Mesir yang juga tidak senang dengan campur tangan militer di politik negara tersebut.

Pada Kamis (11/7/2013), Pemerintah Amerika Serikat mendesak pemimpin Mesir untuk menghentikan upaya penegakan otoritas yang "sewenang-wenang" dengan menangkap para pendukung Ikhwanul Muslimin dan memberi peringatan kepada kelompok tertentu.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, juga memberi peringataan terkait adanya upaya pengecualian kepada pihak mana pun dalam proses politik.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan, mereka belum akan menarik bantuannya ke Mesir. Seperti diketahui, AS akan mengirimkan empat pesawat tempur F-16 sebagai bantuan militer.

Bantuan militer AS ke Kairo secara hukum akan dihentikan jika penggulingan pemimpin Ikhwanul Muslimin ini merupakan sebuah kudeta—sebuah kesimpulan yang kini masih diselidiki oleh Pemerintah AS. 

Potensi bentrok

Pendukung Mursi terus mengadakan protes sepanjang pekan ini di barak penjagaan presiden di Kairo bagian timur, tempat di mana Mursi diduga ditahan.

Titik fokus protes adalah Masjid al-Adawiya Rabaa, tempat ribuan pendukung Muhammad Mursi berkemah.

Koresponden BBC mengatakan Ikhwanul Muslimin tidak berencana untuk mengambil bagian dalam protes, tetapi penyelenggara protes berharap bahwa banyak orang akan menunjukkan dukungan yang akan menguntungkan mereka.

Pendukung Mursi mengatakan, mereka tidak mencari konfrontasi atau kekerasan, tetapi mengingat situasi yang terpolarisasi serta ketegangan yang tinggi di kedua pihak, potensi bentrokan selalu ada.

Sementara itu, massa penentang Mursi juga akan merencanakan aksi unjuk rasa di Lapangan Tahrir, termasuk mengadakan buka puasa massal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.