Kompas.com - 11/07/2013, 17:55 WIB
EditorErvan Hardoko

Undang-undang India melarang penyebutan nama terdakwa dalam sidang anak dan remaja.

Remaja yang didakwa dalam kasus pemerkosaan ini disebut meninggalkan kampung halamannya ketika berusia 11 tahun dan hidup sendiri dalam masa remajanya. Selama ini, dia hidup dari berbagai pekerjaan kasar yang dilakukannya di ibu kota New Delhi.

Pemerkosaan berkelompok atas mahasiswi Desember lalu mengundang kemarahan warga India dan memicu gelombang unjuk rasa di beberapa tempat, menuntut Pemerintah India memberlakukan undang-undang yang lebih keras untuk melindungi perempuan.

Pada Maret lalu, India mengesahkan undang-undang baru dengan hukuman yang lebih berat bagi pemerkosa, termasuk hukuman mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.