Kompas.com - 11/07/2013, 16:07 WIB
EditorErvan Hardoko
SREBRENICA, KOMPAS.com — Pemerintah Bosnia, Kamis (11/7/2013), akan menguburkan tulang belulang 409 korban pembantaian di kota Srebrenica 1995.
 
Pemakaman ini adalah bagian dari peringatan ke-18 pembantaian manusia terburuk di Eropa pasca-Perang Dunia II saat milisi Serbia-Bosnia membantai 8.000 warga Muslim.

Ribuan orang datang ke kota Srebrenica untuk menghadiri upacara pemakaman sisa-sisa jenazah korban yang ditemukan dalam sebuah kuburan massal di kawasan timur Bosnia dan baru dapat diidentifikasi dua dekade setelah pembantaian itu terjadi.

Di antara sisa-sisa jenazah yang dimakamkan, terdapat sisa jasad seorang bayi yang meninggal tak lama setelah dilahirkan.

"Tahun ini kita akan memakamkan korban pembantaian termuda, yaitu bayi keluarga Muhic, yang sisa jasadnya berhasil diangkat dari sebuah kuburan massal pada 2012," kata seorang pejabat pemerintah Bosnis, Kenan Karavdic.

Bayi ini meninggal tak lama setelah dilahirkan pada Juli 1995 di basis pasukan PBB di Potocari, dekat Srebrenica.

"Dia akan dimakamkan di dekat ayahnya, Hajrudin, yang tewas dalam pembantaian itu," tambah Karavdic.

Di antara 409 korban yang dimakamkam kembali itu, 44 jasad berusia antara 14-18 tahun. Demikian pejabat setempat menjelaskan.

Sebanyak 6.000 orang sudah berkumpul di Potocari, dekat Srebrenica, setelah melakukan napak tilas lokasi pelarian sejumlah korban selamat pembantaian sejauh 80 kilometer.

Srebrenica adalah sebuah enklaf Muslim yang dilindungi PBB hingga 11 Juli 1995 ketika pasukan Serbia Bosnia menyerbu wilayah itu.

Pasukan Serbia Bosnia dengan mudah menguasai pasukan PBB bersenjata ringan asal Belanda yang berusaha melindungi ribuan warga Muslim dari berbagai desa di dekat basis PBB itu.

Pasukan Serbia Bosnia kemudian mengangkut para pria dan anak laki-laki ke atas truk, mengeksekusi mereka, dan memasukkan jasad mereka ke dalam beberapa kuburan massal.

Sisa-sisa 5.657 jasad berhasil diidentifikasi dengan tes DNA dan sudah dimakamkam kembali di taman pemakaman Potocari yang dibangun untuk mengenang tragedi kemanusiaan itu.

Namun, masih ada ribuan sisa jasad yang hingga kini belum teridentifikasi dan masih banyak lagi yang belum ditemukan.

Dua terdakwa pelaku pembantaian Srebrenica, Radovan Karadzic dan Jenderal Ratko Mladic, kini tengah menjalani sidang terkait kejahatan mereka di masa perang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.