Amnesti Internasional Kecam Kekerasan yang Dilakukan Militer Mesir

Kompas.com - 10/07/2013, 21:39 WIB
AP PHOTO / AHMED GOMAA Pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi terluka dan dilarikan ke rumah sakit pasca-bentrok dengan militer dan polisi di Kairo, 8 Juli 2013. Sebanyak 42 loyalis Mursi tewas ketika berdemonstrasi menentang kudeta militer dan menuntut Mursi diaktifkan kembali menjadi presiden.
KAIRO, KOMPAS.com — Organisasi pemantau masalah HAM Amnesti Internasional, Rabu (10/7/2013), mengatakan memiliki sejumlah bukti yang mengarah kepada penggunaan senjata api "secara tak proporsional" oleh Angkatan Darat Mesir.

Pernyataan Amnesti ini dirilis dua hari setelah setidaknya 51 orang tewas, sebagian besar dari mereka adalah pendukung Muhammad Mursi dalam bentrokan di luar markas pasukan elite Garda Republik di Kairo.

"Meski militer Mesir mengklaim para pengunjuk rasa terlebih dahulu menyerang dalam bentrokan hari Senin itu, dan tak ada perempuan atau anak-anak yang terluka, bukti-bukti yang dikumpulkan Amensti Internasional menunjukkan gambaran yang jauh berbeda," kata Direktur Regional Amnesti Internasional, Hassiba Hadj Sahraoui.

"Bahkan, jika sejumlah pengunjuk rasa menggunakan kekerasan, respons yang ditunjukkan militer sangat tidak proporsional yang menyebabkan hilangnya nyawa dan luka di antara pengunjuk rasa," tambah Saharaoui.


Amnesti menambahkan, para aktivisnya mengunjungi kamar mayat, rumah-rumah sakit, dan lokasi kekerasan di Kairo dan Alexandria. Mereka juga mengumpulkan kesaksian dari para pengunjuk rasa yang terluka dan kerabat korban tewas.

"Semua itu mengarahkan kepada penggunaan senjata mematikan secara tidak tepat oleh aparat keamanan," Saharaoui menegaskan.

"Sebagian besar korban tewas dan luka tertembak di bagian kepala dan tubuh bagian atas dengan peluru tajam," lanjut Saharaoui.

Amnesti menambahkan, jika militer Mesir tidak mengendalikan dan melarang penggunaan senjata mematikan, kehancuran sudah di depan mata.

Amnesti melanjutkan, setidaknya 88 orang tewas, termasuk tiga aparat keamanan, dalam rangkaian kekerasan politik yang terjadi sejak akhir pekan lalu di Mesir. Sementara itu, tak kurang dari 1.500 orang terluka dalam kerusuhan di seluruh penjuru Mesir.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorErvan Hardoko
    Sumber
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

    Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

    Internasional
    Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

    Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

    Internasional
    Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

    Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

    Internasional
    Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

    Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

    Internasional
    Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

    Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

    Internasional
    Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

    Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

    Internasional
    Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

    Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

    Internasional
    Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

    Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

    [POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

    Internasional
    2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

    2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

    Internasional
    Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

    Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

    Internasional
    Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

    Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

    Internasional
    Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

    Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

    Internasional
    Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

    Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

    Internasional
    Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

    Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

    Internasional
    Close Ads X