Kompas.com - 10/07/2013, 20:07 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com — Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (10/7/2013), meminta Vatikan memberikan informasi lengkap tentang masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak.

PBB meminta Vatikan menyiapkan informasi mengenai ribuan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang diduga dilakukan beberapa rohaniwan Gereja Katolik Roma.

Permintaan Komite Hak-Hak Anak (UNCRC) dikeluarkan enam bulan sebelum perwakilan Vatikan menghadap badan PBB ini pada Januari tahun depan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mayoritas terkait skandal yang mengguncang gereja Katolik selama lebih dari 10 tahun terakhir.

PBB juga meminta informasi mengenai bantuan yang diberikan kepada para korban pelecehan seksual terhadap anak-anak dan kejadian apa pun di mana pihak yang mengadukan dibungkam.

Ini adalah kali pertama PBB melakukan penilaian yang mencakup banyak hal.

Awal tahun ini, Paus Fransiskus mengatakan bahwa penyelesaian masalah kekerasan seksual adalah hal yang sangat penting demi menjaga kredibilitas Gereja Katolik. 

Ruang untuk optimisme

UNCRC yang berpusat di Geneva, Swiss, mengirimkan "daftar masalah" kepada Vatikan untuk mendapatkan "informasi secara mendetail mengenai semua kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan para rohaniwan, bruder, dan biarawati atau siapa pun yang menjadi perhatian Takhta Suci."

Kuesioner dipakai untuk menentukan apakah pelaku kejahatan seksual diperbolehkan untuk tetap berhubungan dengan anak-anak dan tindakan hukum yang akan diambil.

Namun, para pengamat mengatakan, walaupun permintaan UNCRC ini mengikat secara hukum, Vatikan dapat menolak permintaan komite.

Vatikan baru-baru ini menyusun pedoman untuk menghindari masalah pelecehan dan menekankan akan membantu para korban, memperingatkan anak di bawah umur, melatih rohaniwan, rehabilitasi pelaku pelecehan, dan bekerja sama dengan pihak yang berwajib.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.