Kompas.com - 10/07/2013, 14:36 WIB
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.com — Gerakan Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung Presiden Muhamad Mursi yang telah terguling di Mesir menolak tawaran untuk bergabung dengan pemerintah sementara yang baru, kata juru bicara kelompok itu, Rabu (10/7/2013).
 
"Kami tidak berurusan dengan kelompok yang menggulingkan pemerintah. Kami menolak semua yang berasal dari (hasil) kudeta itu," kata Tareq al-Mursi, di tengah laporan bahwa kelompok itu akan ditawari posisi di kabinet transisi.

Presiden sementara Mesir, Adly Mansour, telah maju terus dengan rencana pembentukan pemerintahan transisi meskipun ada penolakan dari Ikhwanul dan kalangan pendukung Mursi. Mansour telah menunjuk Hazem El Beblawi sebagai perdana menteri sementara. El Beblawi akan mengepalai pemerintahan sementara yang baru setelah perundingan tertutup selama beberapa jam. Veto yang disampaikan Partai Al Nur dari kalangan Salafi terhadap beberapa kandidat lain dilaporkan memperlambat proses pemilihan tersebut.

Mohammed El Baradei, pemimpin kelompok oposisi yang juga mantan Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dipilih untuk menjadi wakil presiden sementara. Nominasinya untuk posisi perdana menteri diblokir Partai Al Nur yang konservatif.

Beblawi, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan pemerintahan revolusioner pertama Mesir di bawah mantan Perdana Menteri Essam Sharaf, mempunyai pengalaman luar biasa dalam berurusan dengan sekutu-sekutu Barat dan paham betul tentang masalah-masalah ekonomi. Cadangan mata uang asing telah menyusut secara dramatis sejak tergulingnya Presiden Hosni Mubarak bulan Februari 2011. Nilai mata uang Mesir telah menyusut lebih dari 10 persen tahun ini dan sektor pariwisata yang vital kini sedang lesu.

Presiden Mansour juga telah mengeluarkan sebuah dekrit yang mengatakan referendum akan dilangsungkan dalam waktu lima bulan untuk meratifikasi amademen konstitusi Mesir. Tetapi, pendukung Mursi di jalan-jalan hari Selasa menolak dekrit presiden sementara itu.

Adly Mansour mengatakan, pemilu parlemen akan dilangsungkan dalam dua bulan dan begitu majelis bersidang maka tanggal pelaksanaan pemilu presiden akan ditentukan. Tetapi, pendukung Morsi mengatakan bahwa mereka telah mempunyai seorang presiden, yaitu Muhammad Mursi.

Situasi politik Mesir masih tegang hampir seminggu setelah militer menangguhkan konstitusi yang dirancang pihak Islamis dan menggulingkan Mursi setelah demonstrasi massal menentang pemerintahannya. Ikhwanul Muslimin dan militer terus saling menyalahkan atas kekerasan hari Senin yang menewaskan sekurangnya 51 orang. Ikhwanul Muslimin mengatakan, militer melepaskan tembakan ke arah pendukung Mursi. Sementara pihak militer mengatakan, tentara menembak hanya setelah ditembaki teroris yang hendak menerobos masuk ke markas militer di Kairo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
    Sumber


    Rekomendasi untuk anda
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.