Pakai Pesawat China, Tonga Kehilangan Bantuan Pariwisata Ribuan Dollar

Kompas.com - 10/07/2013, 07:41 WIB
Dua penumpang terluka ketika pesawat MA60 milik Merpati Nusantara terpaksa mendarat darurat di Bandar El Tari, Kupang di Indonesia 10 Juni 2013. ReutersDua penumpang terluka ketika pesawat MA60 milik Merpati Nusantara terpaksa mendarat darurat di Bandar El Tari, Kupang di Indonesia 10 Juni 2013.
EditorEgidius Patnistik
WELLINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Selandia Baru memutuskan menunda bantuan pariwisata senilai jutaan dollar untuk Tonga menyusul kekhawatiran terhadap keselamatan layanan penerbangan domestik di negara itu.

Akhir pekan lalu, Tonga menerima hibah pesawat Xian MA60 buatan China untuk maskapai domestik Real Tonga dari Pemerintah China. Namun, pesawat itu dikenal sebagai pesawat dengan catatan standar keselamatan penerbangan terburuk di dunia.

Khawatir dengan penggunaan pesawat ini, Pemerintah Selandia Baru memutuskan menunda bantuannya untuk sektor pariwisata di Tonga. Bahkan situs otoritas resmi Selandia Baru sudah menerbitkan larangan bepergian atau travel warning.

Kepada media lokal, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murray McCully mengatakan, penundaan bantuan ini diberlakukan sampai pesawat tersebut mendapat sertifikasi keselamatan penerbangan sipil.

"Hingga sertifikasi keselamatan dilakukan untuk mencapai standar tinggi, kami akan menunda bantuan ini,” jelas Menlu McCully.

Sejak tahun 2009, pesawat MA 60 telah mengalami 11 kali insiden, termasuk 3 di antaranya terjadi dalam 2 bulan terakhir.

Bulan lalu, Myanmar juga menghentikan pengoperasian pesawat-pesawat MA60 di negaranya untuk diselidiki tingkat keselamatan penerbangannya menyusul terjadinya 2 insiden pendaratan darurat pesawat tersebut.

Kebanyakan pendaratan darurat itu disebabkan oleh kegagalan teknis atau sistem.

Menanggapi reaksi Selandia Baru ini, otoritas Tonga berjanji pesawat baru hibah dari China itu tidak akan digunakan sampai pesawat itu lulus sertifikasi standar keselamatan penerbangan sipil internasional.

Meski demikian, Dewan Penasihat Selandia Baru-Tonga, Melino Maka, mengatakan, proses sertifikasi itu memakan waktu lama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X