Pemerintah India "Gagal" Atasi Serangan Air Keras

Kompas.com - 10/07/2013, 07:26 WIB
Serangan air keras di India diperkirakan mencapai 1.000 kasus setiap tahun. BBCSerangan air keras di India diperkirakan mencapai 1.000 kasus setiap tahun.
EditorEgidius Patnistik
NEW DELHI, KOMPAS.com — Mahkamah Agung India mengecam keras pemerintah karena dianggap gagal mengatasi serangan air keras kepada perempuan. Mereka berpendapat pemerintah gagal menyusun sebuah kebijakan yang setidaknya akan bisa mengurangi serangan.

Majelis hakim mengatakan, pemerintah antara lain seharusnya mengeluarkan peraturan tentang pembatasan penjualan air yang digunakan untuk serangan tersebut.

Ditambahkan bahwa mereka akan mengeluarkan keputusan yang mengikat pemerintah jika dalam waktu sepekan tidak menyiapkan skema dalam mencegah serangan dan memberi perlindungan kepada para korban.

Serangan air keras sering terjadi di kawasan Asia Selatan, dan di India saja diperkirakan terjadi sekitar 1.000 serangan setiap tahun.

Banglades, Pakistan, dan Afganistan juga merupakan negara-negara yang memiliki angka yang tinggi dalam serangan air keras atas perempuan.

Sebagian besar korban adalah perempuan dan para pegiat mengatakan alasannya beragam, antara lain karena perempuan menolak cinta seorang pria maupun majikan yang menjadi sasaran kemarahan pekerjanya.

Undang-undang baru

Seruan untuk membatasi penjualan bahan cair kimia—yang sering digunakan dalam serangan—sudah lama diungkapkan kelompok pegiat perempuan. Pembatasan itu diharapkan merupakan salah satu tindak lanjut dari undang-undang baru di India yang diterapkan tahun ini untuk menghadapi kekerasan atas perempuan.

Undang-undang baru memberikan ancaman hukuman yang lebih berat terhadap pelaku kekerasan atas perempuan, termasuk hukuman mati maupun hukuman penjara sampai 10 tahun atas penyerang air keras.

Namun, pihak pegiat juga menginginkan agar diambil langkah-langkah pencegahan dan bukan hanya sanksi hukum semata.

Bulan Desember tahun lalu, India digemparkan dengan kasus pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang mahasiswi yang memicu aksi unjuk rasa massal dan menekan pemerintah untuk menerapkan undang-undang yang memberikan perlindungan kepada perempuan.

Mahasiswi yang tidak disebutkan namanya itu sempat dirawat di Singapura, tetapi akhirnya meninggal dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warga Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warga Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X