Kompas.com - 09/07/2013, 17:46 WIB
Salah satu korban penembakan militer Mesir pada pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Senin (8/7/2013). Serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang menegakkan shalat subuh di masjid Rabaa al Adwiya. Setidaknya 51 tewas dan 352 terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. AFP/MAHMOUD KHALED Salah satu korban penembakan militer Mesir pada pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Senin (8/7/2013). Serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang menegakkan shalat subuh di masjid Rabaa al Adwiya. Setidaknya 51 tewas dan 352 terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. AFP/MAHMOUD KHALED
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Ikhwanul Muslimin di Mesir sudah menolak usulan yang diajukan presiden sementara, Adli Mansour, tentang pemilihan umum awal tahun depan.

Salah seorang tokoh utama Ikhwanul Muslimin, Essam al-Erian, mengatakan, rencana pemilu dan perubahan konstitusi akan "membawa negara itu ke titik nol".

Presiden Mansour sebelumnya mengatakan akan mempertimbangkan perubahan rancangan konstitusi dan referendum, yang akan memuluskan upaya menggelar pemilihan umum parlemen tahun depan.

Perubahan atas rancangan konstitusi Mesir yang berhaluan Islamis melalui referendum diharapkan bisa dilaksanakan dalam waktu empat bulan.

Begitu anggota parlemen hasil pemilihan umum terpilih dan menggelar sidang, pemilihan presiden akan berlangsung.

Dekrit presiden atas perubahan referendum tersebut diumumkan setelah tewasnya 53 orang pendukung mantan Presiden Muhammed Mursi oleh militer.

Unjuk rasa lanjutan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang penasihat hukum Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa dekrit presiden cacat dan tidak punya landasan hukum.

Ikhwanul Muslimin menyatakan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa hari ini, Selasa 9 Juli, bersamaan dengan pemakaman sejumlah korban yang tewas Senin kemarin akibat tindakan aparat keamanan.

Para demonstran mengatakan, polisi dan tentara mengeluarkan tembakan tanpa peringatan setelah menyerbu lokasi unjuk rasa di depan barak militer di Kairo. Mereka menyebut insiden itu sebagai pembunuhan massal.

Kementerian Kesehatan Mesir menyebutkan, sedikitnya 51 orang tewas dan 435 lainnya cedera dalam insiden penembakan tersebut.

Aksi unjuk rasa para pendukung Ikhwanul Muslimin menentang penggulingan Muhammad Mursi oleh militer setelah unjuk rasa menentang presiden terpilih secara demokratis Mesir pertama itu semakin marak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.