Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata di Suriah Selama Ramadhan

Kompas.com - 09/07/2013, 16:01 WIB
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. FABRICE COFFRINI / AFPSekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon.
EditorErvan Hardoko
NEW YORK, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Selasa (9/7/2013), menyerukan pihak-pihak yang bertempur di Suriah agar menghentikan baku tembak selama bulan suci Ramadhan.

Dalam pernyataan resminya, Ban mengatakan, seharusnya dalam bulan Ramadhan semua pertempuran dihentikan.

"Demi rakyat Suriah, saya menyerukan semua pihak di Suriah menghormati kewajiban religius ini dan menghentikan kekerasan setidaknya selama satu bulan ini," kata Ban.

"Saya menyerukan semua unit militer dari AD Suriah dan pasukan Tentara Pembebasan Suriah untuk setiap orang yang menyandang senjata api untuk berhenti bertempur dan jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh damai sebagai hadiah untuk rakyat Suriah," lanjut Ban.

Namun, Ban Ki-moon menyadari banyak pihak yang menilai seruannya kepada pihak-pihak yang bertempur di Suriah untuk menghentikan sementara pertempuran sebagai upaya yang tidak realistis.

"Perdamaian abadi hanya bisa dicapai lewat negosiasi serius. Namun, saya yakin rakyat Suriah memiliki hak meminta perdamaian kepada mereka yang selalu mengatasnamakan rakyat saat bertempur," ujar Ban.

Sementara itu, pemimpin oposisi Suriah yang baru, Ahmad Jarba, sebelumnya mengatakan pihaknya siap untuk menghentikan pertempuran selama bulan Ramadhan.

Sejak perang saudara Suriah pecah pada 11 Maret 2011, sudah lebih dari 100.000 orang tewas, sebagian besar adalah warga sipil.



Sumber Al Arabiya
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X