Kompas.com - 09/07/2013, 15:31 WIB
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Sebuah laporan terbaru mengungkapkan, pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden, ternyata pernah ditangkap polisi Pakistan karena mengebut, sembilan tahun sebelum persembunyiannya di Abottabad, Pakistan, terlacak Amerika Serikat.

Saat itu, Osama—yang dituding AS menjadi dalang serangan 11 September 2001—sedang pulang ke kediaman mereka setelah mengunjungi sebuah pasar di Swat, Pakistan.

Saat itulah polisi menghentikan mobil yang dikendarai Osama karena melaju terlalu cepat.

Namun, salah satu pengawal Osama "dengan cepat menyelesaikan masalah" dan mobil itu langsung melanjutkan perjalanannya.

Fakta baru ini terungkap dalam sebuah laporan Pemerintah Pakistan yang menggelar investigasi untuk menjawab pertanyaan mengenai cara Osama bisa hidup dengan tenang tanpa terdeteksi begitu lama di Pakistan.

Hasil investigasi itu mengungkapkan bahwa "keteledoran dan inkompetensi ditemukan di hampir semua level pemerintahan". Laporan itu juga menuding politisi, militer, dan intelijen ikut menunjang kelalaian aparat pemerintahan ini.

Laporan yang diperoleh Al Jazeera itu menjelaskan, sebenarnya rumah bertembok tinggi dengan kawat berduri di atasnya bukan merupakan pemandangan normal di kota Abottabad.

Dengan demikian, laporan itu melukiskan, bahwa inkompetensi aparat pemerintah dan keamanan Pakistan berada dalam level yang mengherankan jika tak ingin disebut tidak masuk akal.

Osama diketahui bersembunyi di Abottabad selama enam tahun, menghindari kejaran pasukan Amerika Serikat sembari terus mengendalikan pertempuran di Afganistan.

Ternyata, selama tinggal di Abottabad, Osama selalu mengenakan topi koboi saat berjalan-jalan untuk menghindari dirinya dikenali.

Laporan setebal 336 halaman yang disusun berdasarkan keterangan lebih dari 200 orang saksi mata itu juga menegaskan bahwa AS tidak memberitahukan rencana penggerebekan kediaman Osama di Abottabad kepada Pemerintah Pakistan.

AS sengaja merahasiakan rapat-rapat rencana itu karena khawatir seseorang akan memberitahukan rencana itu kepada Osama, meski laporan itu menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa aparat Pakistan membantu Osama bersembunyi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.